Mei 31, 2026

Luar Biasa, Penggiat Alam Sulut Tanam 5.000 Pohon Dari Hasil Patungan 5.000 Rupiah

Minahasa, suluthebat.com – Kebersamaan Penggiat Alam Sulawesi Utara, lagi-lagi mendobrak dunia penggiat alam lewat kegiatan penghijauan yang di laksanakan di Desa Leilem, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Sabtu(26/03/2022).

Kegiatan penghijauan kali ini mengusung tema “Alam bisa hidup tanpa manusia, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa alam”

Menurut Ibrahim Ketua KPALANG yang juga sebagai Koordinator Kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas Penggiat Alam Sulut dalam rangkah menjaga dan melestarikan alam sebagai penyeimbang ekosistem.

“Ini bukan kegiatan yang baru kami laksanakan, tapi sudah action di beberapa tempat sejak tahun 2021, penghijauan kali ini adalah sebagai bentuk rasa kebersamaan kami sebagai penggiat alam bebas, tanpa unsur popularitas atau unsur-unsur lainya,” Ujarnya.

Selain itu Nobert Lolowang yang biasa di sapa “Om No” mengatakan pelaksanaan kegiatan penanaman pohon ini sebagai wujud kecintaan akan alam dan lingkungan serta menjaga kelestarian hutan di kawasan pegunungan Lengkoan dan sekitarnya.

Adapun Jumlah pohon yang di tanam dalam kegiatan ini sebanyak 5000 pohon dengan jenis gaharu, cempaka, ketapang kencana, kayu hitam, serta tanaman buah seperti matoa, pala, durian, mangga dan alpukat.

Novi Singal selaku pemrakarsa kegiatan tersebut juga menjelaskan bahwa penanaman kali ini berawal dari patungan dana para anggota yang tergabung dalam “Kebersamaan Penggiat Alam Sulut” sebesar 5.000 rupiah menjadi 5.000 bibit pohon. Tanpa proposal maupun embel-embel lainnya.

Tak lupa juga dari organisasi Grand Funk Leilem Charles Laada yang juga sebagai koordinator tim kerja yang ada mengungkapkan rasa bangganya kepada semua yang telah terlibat dalam kegiatan ini.

“Torang senang, torang bangga, ternyata torang nda cuma jago ba gaya, jago ba pontar, mar torang masi tau diri kalo alam adalah bagian dari torang pe hidop, torang nikmati hasil alam, dan torang juga punya tanggung jawab for mo kase lestarikan tu alam,” kata Laanda.

Penghijauan di Desa Leilem ini dilaksanakan selama dua hari dan penanaman bibit pohon dilakukan di dua titik yaitu Puncak Lengkoan dan Kawasan Mata Air dan Sumber Air Panas.

Sememtara itu Hukum Tua Desa Leilem Victor Roring ikut memberikan apresiasi bagi para penggiat alam yang telah melaksanakan kegiatan penanaman pohon ini.

Dibuka dengan doa dan diikuti oleh sekitar 40 organisasi dan relawan, kegiatan Penghijauan oleh Penggiat Alam Sulawesi Utara pun dimulai dan berjalan dengan begitu lancar.

(Budz)