Kunjungi PGI, Gus Muhaimin : Dialog Antar Iman Jadi Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Jakarta, suluthebat.com – Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), berharap demokrasi di Indonesia nantinya akan semakin produktif yang berdampak pada kemakmuran dan kesejahteraan. Dikataka, selama nilai pluralisme antar umat beragama tetap harmonis maka ancaman terhadap persatuan Indonesia bisa diatasi. Menurutnya, dialog antar iman menjadi pilar pesatuan dan kesatuan bangsa.
Hal ini diutarakan Gus Muhaimin Muhaimin saat berkunjung ke Kantor Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) di Jakarta, Senin (13/12/2021). Kunjungan tersebut dilakukan guna menjalin komunikasi, dialog, dan kerja sama terkait persoalan bangsa
“Dialog antar iman dan antar agama menjadi pilar dari persatuan dan kesatuan bangsa yang kami lakukan, yang PGI lakukan di berbagai kegiatan-kegiatan,” ujar Gus Muhaimin.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Muhaimin mendiskusikan tentang perdamaian dan kemajuan Papua. Ia terus belajar untuk menebar kesejahteraan terutama bagi rakyat Papua.
“Jadi kalau kami ke sana itu 24 jam hanya ngomong Gus Dur saja. Kami tetap konsen menjaga prestasi-prestasi Gus Dur bersama Papua yang sangat luar biasa. Konsen kami adalah meningkatkan sumberdaya manusia dan pembangunan yang sukses,” ujarnya.
Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejateraan Rakyat (Korkesra) ini juga mengundang Ketua Umum dan pengurus PGI serta Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) beserta jajaran untuk hadir dalam kegiatan Refleksi Menyambut Natal dan Tahun Baru yang akan diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2021 di gedung Nusantara V DPR RI.
Senada dengan itu, Anggota DPR RI Daniel Johan mengungkapkan, dirinya dan Gus Muhaimin berupaya menyelesaikan persoalan Papua secara tuntas berdasarkan dari hati dengan cara cara yang damai dan pendekatan yang kesejahteraan. Selain itu juga mendiskusikan terkait penguatan demokrasi dari rakyat untuk rakyat.
“Sehingga dari demokrasi itu bisa dihasilkan para wakil rakyat para eksekutif legislatif yang mampu mengawal apa yang menjadi kepentingan dari aspirasi rakyat terbawah sampai ke desa,” ujar Daniel.
