Kini Pimpin Bamukisst, Salibana : Orang Nusa Utara Bukan Warga ‘Kelas 3’
MANADO, suluthebat.com – Sejak dipercaya memimpin Badan Musyawarah Kekeluargaan Indonesia Sangihe, Sitaro dan Talaud (Bamukisst) Kota Manado, James Salibana bertekad mengangkat derajad warga Nusa Utara yang selama ini sering dianggap sebagai “Komunitas Kelas 3”.
Pria murah senyum bernama lengkap Johanes Christianus Salibana ini menegaskan saat dirinya diberikan mandat memimpin Bamukisst Manado, kerinduan yang terpatri di dalam hatinya hanyalah untuk menjadikan warga Nusa Utara di kota Manado bahkan sekitarnya sebagai komunitas yang wajib diperhatikan oleh Stakeholder.
“Saya tidak mau lagi komunitas ini menjadi kasta kelas 3 di kota Manado bahkan sekitarnya. Kita ini (Warga Nusa Utara, maksudnya) adalah penghuni sedikitnya 40 persen dari populasi penduduk di kota Manado. Sudah saatnya kita menyamakan persepsi dan pemahaman kita tentang pentingnya kebersamaan, tanpa memandang status sosial maupun latar belakang politik diantara kita,” tutur Salibana.
Sebagai anak tukang kayu yang dibesarkan di tengah keluarga tak mampu di kabupaten Talaud saat itu, James menyadari masih banyak komunitas Nusa Utara yang menetap di kota Manado yang merasa ‘terpinggirkan’ dari berbagai aspek. “Masih banyak saudara-saudara kita yang hanya menjadi ‘penonton’ di dunia pemerintahan, padahal mereka adalah ‘pemain’ handal. Saya punya data akurat bahwa, banyak saudara-saudara kita yang punya SDM handal, namun mereka belum diberdayakan. Ini tugas Bamukisst kedepan, karena kapan lagi kalau bukan sekarang,” jelas mantan Direktur Utama Bank SulutGo dan kini dipercaya menakhodai PT Bank Prisma Dana ini.
Melalui Bamukisst Manado dia dan seluruh jajaran pengurus tengah merancang banyak kegiatan sosial-budaya seperti Masamper, Tulude, Ampa Wayer maupun kegiatan budaya lainnya yang nantinya akan menjadi sarana bagi masyarakat Nusa Utara untuk berkumpul, bersatu dan membangun kekuatan jaringan sampai ke tingkat kecamatan maupun kelurahan. “Kalau perlu IKISST dan Mukat juga secara bersama-sama kita bangun konsep pemberdayaan untuk masyarakat Nusa Utara di kota Manado,” harapnya.
Menurutnya, Bamukisst sebagai organisasi berbasis adat dan budaya tertua di Sulut ini dalam waktu dekat akan fokus dulu pada acara adat Tulude sebagai kegiatan perdana di tahun 2023,” ungkapnya Salibana.
Sebelumnya, aklamasi warga Nusa Utara di Manado yang memintanya memimpin DPC Bamuskisst Kota Manado sempat membuat sejumlah tokoh masyarakat di bumi Nyiur Melambai mengaitkannya dengan dunia politik di pemilu maupun pilkada serentak mendatang. “Jujur saya katakan saya tidak punya orientasi politik, apalagi dengan memanfaatkan Bamukisst kota Manado ini,” tegas Salibana.(dki)
