Juni 17, 2026

Kadis Kebudayaan Lukas, Sambangi Penggiat Budaya dan Seniman Sulut

 

MANADO, suluthebat.com- Dinamika pemajuan kebudayaan daerah semakin menggeliat. Di bawah kepemimpinan Jani Lukas, Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut bergerak maju pengembangan kegiatan budaya dan seni daerah.

Tidak hanya merealisasikan program kerja kelembagaan internal, bersama seluruh pejabat dan staf, Lukas secara dinamis turun ke lapangan. Bahkan sejak awal ketika Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Sulut, Lukas sangat agresif merangkul pegiat seni budaya di Sulut.

Dalam bulan berjalan, Lukas bersama pejabat di institusinya mengunjungi satu per satu budayawan dan seniman Sulut. Pola kunjung-tatap ini akan terus dia lakukan agar tahu lebih banyak eksistensi berkarya para budayawan dan seniman di daerah.

“Dimana alamat, saya dan teman-teman dari dinas akan berkunjung ke rumah,” tanya Lukas, Jumat (27/05/2022) siang usai melayat di rumah duka (alm) Frankie Supit di Jl Garuda, Manado.

Lebih dinamis lagi setelah kepala dinas, Lukas membangun kerja bersama dengan institusi lain. Hal itu dilakukan dalam kerangka kearifan lokal dan karya seni yang lahir dari potensi besar budaya daerah.

“Potensi kita banyak. Mari kita angkat Keragaman seni budaya di Sulut,” kata Lukas yang sebelumnya sebagai kepala dinas perpustakaan dan kearsipan Provinsi Sulut tersebut.

Belum lama bersama, Lukas memfasilitasi kegiatan budaya para perrupa Sulut yang domisili Manado, Minahasa, Bitung, Bolaang Mongondow dan Sangihe. Giat berupa pameran yang disambut hangat oleh masyarakat Sulawesi Utara. Bahkan diapresiasi Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai kinerja aktif Dinas Kebudayaan Daerah Sulut.

Ihkwal kebersamaan dalam upaya pemajuan kebudayaan daerah, Lukas mengajak budayawan dan seniman untuk terus bersinergi. “Ayo datang ke Dinas Kebudayaan. Kita bahas pemajuan budaya daerah. Sambil kita ngopi-ngopi,” katanya.

Lukas menjadikan lembaga yang dia pimpin itu menjadi tempat berkumpul para pegiat budaya dan seni. Menjadi rumah bersama para budayawan dan seniman di Sulut. Dia merencanakan pertemuan dinamis dengan para pegiat seni budaya di Sulut setiap bulan.

“Saya orang baru di bidang kebudayaan. Tetapi dinamika pemajuan kebudayaan daerah akan menggeliat jika kita bergerak bersama, apalagi dilakukan dengan seluruh pegiat seni budaya di Sulut,” kata Lukas.

Seratusan pegiat seni budaya Sulut melepas kepergian seniman Frankie Supit dengan tabuhan gendang, nyanyian, puisi-puisi dan bunga terakhir. Selaku Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Sulut, Lukas didaulat para pegiat seni menyampaikan sambutan. Kepergiaan (alm) Frankie Supit, dilepas dengan prosesi budaya.(*)