HUT RI ke-77 Tahun, PT. BMW Support 3 Desa di Likbar
Libar,suluthebat.com-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-77 tahun. PT. Bhinneka Mancawisata (BMW), menggandeng 3 (Tiga) desa di Likupang Barat (Likbar).
Melalui dana Corporate Social Responsibilitas (CSR), dari PT. BMW, Desa Jayakarsa, Desa Tanah Putih serta Desa Paputungan, mendapat sokongan hadiah bagi pemenang:dalam lomba HUT Kemerdekaan.
Humas PT. BMW Rizal Layuck mengatakan, support dana CSR dari PT. BMW, bagi masyarakat desa lingkar hotel, selain mengisi kemerdekaan dengan hal positif, juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan guna menanamkan semangat nasionalis kepada warga.
“Tujuannya selain memberi hiburan untuk warga, juga untuk menanamkan semangat nasionalisme di kalangan anak-anak, remaja hingga masyarakat. Dengan memeringati hari kemerdekaan RI, setidaknya mengingatkan perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan sehingga generasi penerus saat ini tinggal mengisi dengan hal-hal positif,” tandas Layuck. (19/08)
Lanjut mantan wartawan kompas ini, PT. BMW telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 300 Juta guna mengsupport kegiatan lomba Kemerdekaan ini, dimana sebelumnya juga sudah menyalurkan dana CSR, bagi desa lingkar hotel di sektor pendidikan, lingkungan serta sosial lainnya.
“Program CSR ini sebagai bentuk kepedulian PT. BMW terhadap lingkungan khususnya desa lingkar hotel. Harapannya bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Pj. Hukum Tua Jaya Karsa Rivo Raung mengatakan, warga Desa Jayakarsa menyambut sukacita bantuan tersebut.
“Bantuan CSR berupa hadiah yang diperuntukkan bagi pemenang lomba dalam rangka Hari Kemerdekaan sangat berarti, dimana sudah 2 tahun tidak digelarnya lomba karena adanya pandemi,” terangnya.
Sementara itu,
Kepala Cabang Operasional PT. BMW, Gerardus Yuri Christian menuturkan, CSR PT. BMW adalah sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan
untuk mendukung sustainable development dihari kemerdekaan.
“Dengan semangat CSR diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara perusahaan, masyarakat dan lingkungan, khususnya di sekitar lingkar hotel, Merdekaa..!” ujar Yuri.
Diketahui, lomba utama di 17-an, yang dapat dipastikan selalu ada adalah lomba makan krrupuk.
Terlihat 3 desa di Kec.Likbar, ldipadyikan terdapat lomba makan kerupuk.
Dimana kerupuk digantung di atas tali yang digoyang-goyang, peserta mencoba menghabiskan/makan kerupuk hanya dengan mengandalkan mulutnya, tangan dilingkarkan ke belakang badan. (***)
