Mei 26, 2026

Gerindra Duetkan Prabowo-Ganjar, Hasto : Capres PDI Perjuangan Kader Internal Partai

Bogor, suluthebat.com- Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, membuka peluang menduetkan Prabowo Subianto dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.

Menurutnya, jika kedua tokoh itu diduetkan maka Prabowo menjadi capres dan Ganjar cawapresnya.

Menanggapi wacana duet Prabowo-Ganjar ini, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dengan tegas mengatakan bahwa partainya akan mengusung kader internal untuk menjadi capres di Pemilu 2024.

“Ya penawaran kerja sama tentu saja dalam rangka calon presiden, berasal dari PDI Perjuangan,” ujar Hasto di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (13/3/2023).

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, kata Hasto, sudah menegaskan capres haruslah dari kader partai berlambang banteng moncong putih itu

Megawati, lanjutnya, sudah menegaskan capres internal partai saat HUT ke-50 PDI Perjuangan, 10 Januari 2023.

Menurutnya, PDI Perjuangan telah melakukan proses kaderisasi secara sistemik serta melakukan penugasan terhadap kader-kader partai baik di tingkat nasional maupun daerah dalam perspektif yang ideal.

“Partai mengusung calon presiden dari kader internal partai, itulah yang diperjuangkan oleh PDI Perjuangan,” tegas Hasto.

Sementara cawapres, lanjut Hasto, pembahasannya harus sesuai dengan konfigurasi politik yang ada dan kerja sama antar partai politik.

“Artinya harus disepakati bersama-sama, oleh partai politik yang membangun kerja sama tersebut. Mengingat calon presiden dan calon wakil presiden diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid meyakini Ganjar akan menolak dirinya dipasangkan sebagai cawapres mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

Jazilul Fawaid juga menilai duet Prabowo-Ganjar sebagai wacana yang spekulatif karena bisa mengganggu konsentrasi Koalisi Gerindra-PKB. “Itu wacana spekulatif, dan dapat mengganggu fokus dan arah koalisi PKB-Gerindra. Coba tanya Pak Ganjar yang juga kader PDI-P, saya yakin akan menolak wacana duet itu,” ujar Jazilul, Senin (13/3).

Ia meminta Gerindra untuk saling menghormati dan menjaga komitmen bersama PKB, di mana Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memiliki mandat untuk menentukan capres-cawapres dari koalisi.

Sebelumnya, saat menghadiri deklarasi sukarelawan Prabowo Mania 08 di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta, Hashim Djojohadikusumo, melontarkan wacana duet Prabowo-Ganjar di Pemilu 2024.

“Saya kira terbuka kalau Pak Ganjar mau ikut dengan Pak Prabowo, dengan catatan Pak Prabowo calon presiden,” kata Hashim.

Prabowo, kata Hashim, lebih tepat maju sebagai capres karena lebih berpengalaman dalam kancah politik di tanah air.

“Saya kira sudah tidak mungkin kalau Pak Prabowo calon wakil presiden. Pak Prabowo jauh lebih senior, 15 tahun lebih tua, pengalamannya berbeda kan,” ujarnya.

Wacana duet Prabowo-Hashim, lanjutnya, hanya bisa terlaksana dengan persetujuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai mitra koalisi Gerindra dalam koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).

“Kemungkinan itu terbuka kalau Pak Ganjar mau jadi wapres. Akan tetapi, harus disetujui oleh PKB. Kan begitu, harus disetujui PKB, kami terbuka,” pungkas Hashim.(*)