Elektabilitas Naik Tajam, Ketum DPP PAN : Bukti Apresiasi Publik Terhadap Kinerja Erick Thohir

Jakarta, suluthebat.com- Peningkatan elektabilitas bakal calon presiden Erick Thohir dalam survei Indikator Politik Indonesia (IPI) yang dipublikasikan Minggu (26/3) lalu sangat tinggi dibandingkan survei sebelumnya.
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) pun mengaku senang dengan peningkatan elektabilitas Erick Thohir.
Zulhas menyebut tren positif elektabilitas Erick menjadi bukti apresiasi publik terhadap kinerja Menteri BUMN itu.
“Hal ini menjadi tanda bahwa figur sahabat saya, Etho (Erick Thohir) juga semakin meningkat diterima masyarakat karena nilai elektoral adalah ukuran dari besaran aspirasi masyarakat yang dipotret secara kuantitatif melalui survei,” ujar Zulhas di Jakarta, Senin (27/3/2023).
Zulhas mengatakan kenaikan elektabilitas Erick tak lepas dari peningkatan kinerjanya dalam memimpin BUMN yang berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional dan berdampak juga pada trickle down effect kepada ekonomi daerah.
Di samping itu, lanjut Zulhas, Erick merupakan sosok yang open mind dan terbuka menerima gagasan baru, pintar, profesional dan menyukai olahraga.
Zulhas menilai karakter Erick ini yang menjadi daya tarik bagi masyarakat.
“Sebagian masyarakat akan menyukai figur seperti Etho sehingga wajar jika elektabilitasnya meningkat. Semoga saja sahabat saya, Etho, dapat menjaga dan sekaligus kinerja dan reputasinya agar terus dapat membawa manfaat bagi kemajuan bangsa dan negara,” terangnya.
Cerminan Suara Rakyat
Senada dengan Zulhas, Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, juga mengalu senang dan gembira dengan meningkatnya elektabilitas Erick.
“Meski bukan kader PAN. Mas Eto (Erick Thohir) bagi PAN sudah seperti saudara sendiri, bukan orang lain. Dekat dan tidak berjarak,” ujar Viva, Senin (27/3/Enin di Jakarta, Senin (27/3).
Menurut Viva, terdapat sejumlah faktor yang menjadi kunci dalam memengaruhi peningkatan elektabilitas Erick.
Pertama, Erick membawa nilai-nilai profesionalitas dari latar belakangnya sebagai entrepreneur ke dalam transformasi BUMN.
“Nilai profesionalitas yang menjadi bagian inheren dalam diri Mas Erick, ia terapkan dalam memimpin BUMN untuk memgubah karakter, reformasi struktur, dan produktivitas BUMN,” ucapnya.
Viva menyampaikan Erick juga terbukti mengimplementasikan sejumlah program-program BUMN yang dapat dirasakan manfaatnya bagi perekonomian nasional dan daerah.
Hal ini juga berdampak positif untuk memberdayakan ekonomi rakyat dan UMKM.
“Ketiga, pribadi Mas Eto yang ramah, gaul, tidak jaim, intelek, santri, dan cinta olahraga, dekat dengan generasi milineal dan gen Z,” tambah Viva.
Menurutnya, hasil survei ini adalah cerminan suara rakyat yang masih dinamis dan akan terjadi perubahan preferensi pemilih.
Iaberharap tren elektabilitas Erick terus terjaga dan kian meningkat terus.
“Hasil survei ini bagi Mas Eto akan menjadi modal sosial untuk dapat ditingkatkan lagi kinerjanya buat bantu masyarakat Indonesia,” ujar Viva.
Tak Lepas dari Kinerja Erick di BUMN
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Intan Fauzi, menilai naiknya elektabilitas Erick tak lepas dari kinerjanya sebagai Menteri BUMN.
Selama memimpin BUMN, kata Intan, Erick telah melakukan sejumlah terobosan melalui kebijakan konkret yang konsisten dan dampaknya sangat dirasakan masyarakat,terutama dari sektor penguatan ekonomi.
“Kalau tidak memiliki rekam jejak yang mumpuni, mereka yang ditempatkan di BUMN akan kesulitan menerjemahkan dan mengeksekusi apa yang dimaui Presiden Jokowi. Dan itu tidak berlaku pada Menteri Erick,” tegas Intan.
Rekam jejak dimaksud, lanjut Intan, adalah aktivitasnya sebagai pelaku usaha nasional membuat kompetensi kepemimpinannya semakin kuat.
Berkat kepemimpinannya, Kementerian BUMN tercatat berhasil membuat laba pendapatan BUMN semakin meningkat pesat.
Intan menyebut sejumlah kebijakan Erick yang berdampak pada masyarakat di antaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR), program kerakyatan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Mekaar.
Selain itu, lanjutnya, ada program Makmur, Sembrani Fund, Merah Putih Fund, Rumah BUMN sampai dengan PaDi BUMN.
Menurutnya, semua program Kementerian BUMN itu berjalan sesuai dengan harapan orang banyak.
“Kenaikan elektabilitas Erick Thohir ini tentu tidak bisa dipisahkan dari kinerjanya selama ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Minggu (26/3) lalu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan kecenderungan naiknya elektabilitas Erick sebagai bakal cawapres.
Pad simulasi 18 nama, elektabilitas Erick meningkat dari 8,8% pada Desember 2022 menjadi 12,9% pada Februari 2023.
Pada simulasi 9 nama, elektabilitas Erick pun meningkat dari 10,3% pada Desember 2022 menjadi 14,5% pada Februari 2023.
Sementara pada simulasi 7 nama Cawapres, elektabilitas Erick meningkat dari 19,6% pada Desember 2022 menjadi 21,3%.
Begitu pun pada simulasi 5 nama, elektabilitas Erick melonjak dari 12,9% pada November 2022 dan 13,2% pada Desember 2022 menjadi 17,4% pada Februari 2023. (*)
