Captikus Jadi Materi Debat Cabup Minsel, Pulinca: Jangan Jadikan Komoditas Politik

Manado, Suluthebat.id – Perhimpunan Peduli Captikus (Pulinca) menyampaikan apresiasi kepada KPU Minahasa Selatan, Tim Perumus serta Panelis, yang merupakan penyelenggara Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2024.
Lebih spesifik, apresiasi tersebut terkait adanya topik Minuman Tradisional Captikus yang menjadi salah satu materi dalam debat yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Minsel, Senin (14/10/2024).
Hizkia Rantung selaku Ketua Pulinca mengatakan, captikus menjadi topik hangat dalam debat tersebut.
Isu terkait kearifan lokal masyarakat Minahasa itu berhasil menjadi stimulan bagi para Pasangan Calon untuk menyampaikan gagasan demi gagasan, sebagai bahan dalam menarik minat publik.
Dirinya bersama Pulinca sebagai pemerhati captikus, mewanti-wanti agar isu yang sangat bersentuhan dengan nasib ribuan masyarakat Minahasa tersebut tidak menjadi sekedar wacana politis semata yang keuntungannya hanya dirasakan para pemangku kepentingan dalam pesta demokrasi saat ini.
“Maka kami meminta agar seluruh paslon kiranya tidak menjadikan isu captikus sekedar narasi atau komoditas politik elektoral, melainkan harus memberikan komitmen yang nyata untuk berpihak pada Petani captikus skala kecil daripada berpihak pada korporasi yang memproduksi captikus skala besar,” jelas Hizkia.
Dirinya berpendapat, masalah panjang Petani Captikus yang sampai saat ini belum terjawab dikarenakan tidak adanya political will dari Pemerintah.
“Dalam hal ini menghadirkan Peraturan Daerah untuk Legalitas Captikus, dalam mengakui Minuman Tradisional Captikus dan mengakomodir kepentingan Petani Captikus yang berkepastian Hukum,” terangnya.
Jika dilihat dalam debat, sambungnya, semua pasangan calon telah bersepakat untuk memberikan perlindungan hukum lewat Peraturan Daerah dan menjadikan Captikus sebagai komoditas Pariwisata.
Oleh karena itu, ia mengingatkan, apa yang telah diutarakan dalam debat, akan menjadi janji politik dari seluruh pasangan calon, yang harus dipertanggungjawabkan pasca terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan november nanti.
“Itu akan kami kawal,” tutur aktivis asal desa Malola itu. (Vil)
