BSG – OJK Luncurkan ‘Simolek’ di Unklab
AIRMADIDI, suluthebat.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank SulutGo (BSG) meluncurkan program Sarana Informasi MobilLiterasi dan Edukasi Keuangan (Simolek) yang dilaksanakan di Universitas Kalabat (Unklab) Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), sasaran keuangan inklusif juga mencakup masyarakat lintas kelompok yang paling sedikit, salah dan satunya adalah Kelompok Pelajar dan Pemuda.
Kelompok ini menjadi salah satu sasaran kunci dalam mencapai target inklusif keuangan sebesar 90% di tahun 2024. Untuk itu akses terhadap keuangan formal perlu disiapkan kepada keiompok pelajar dan pemuda agar mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dalam menyambut bonus demografi di Sulawesi Utara, khususnya di Minahasa Utara
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan (Simolek) dan Bank SulutGo sebagai Bank Pembangunan Daerah turut berpartisipasi dalam penggunaan Simolek sebagai sarana mobilitas inklusi keuangan di daerah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Selasa (21/3/2023) di Universitas Klabat Minahasa Utara, dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Pemkab Minut Drs Rivino Dondokambey, Maureen Monigir dari OJK, sementara BSG diwakili Direktur Operasional Louisa Parengkuan. Hadir juga Group Head Operasional Linda Moniaga, Pemimpin Divisi Corporate Secretary Heince Rumende, Pemimpin Divisi Operasional & Layanan Jimmy Richard serta Ronny Walean, Phd selaku Ketua Komite Persekolahan SD SMP SMA Unklab.
Bank SulutGo sendiri telah berkomitmen mendukung inklusi keuangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo bersama OJK dan lembaga-lembaga terkait, terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan tidak hanya sebatas pengembangan produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga meliputi empat elemen inklusi keuangan lainnya. Empat elemen tersebut adalah perluasan akses keuangan, ketersediaan produk dan layanan jasa keuangan, penggunaan produk dan layanan jasa keuangan, serta peningkatan kualitas, baik kualitas penggunaan produk dan layanan jasa keuangan maupun kualitas produk dan layanan jasa keuangan itu sendiri.(*)
