Agustus 12, 2026

Biang Kerok Kehancuran Ganjar, Mengapa SMRC Tak Ungkap Simulasi 3 Nama Capres ?

Jakarta, suluthebat.com- Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru saja mengumumkan survei elektabilitas bakal calon presiden.

Dalam survei yang dipublikasikan Sabtu (15/4/2023) terungkap elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbeda tipis dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dalam simulasi semi terbuka dengan 30 nama bakal capres, Ganjar meraih elektabilitas teratas 24, 3 persen beda tipis dengan Prabowo Subianto di angka angka 22,4 persen.

Sementara di urutan ketiga diikuti oleh bakal Capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan yang meraih elektabilitas 15 persen.

Sedangkan di urutan keempat Ridwan Kamil yang meraih elektabilitas 6,8 persen, angka keterpilihan calon lainnya di bawah 3 persen, dan ada 14,6 persen responden yang tidak tahu/tidak menjawab.

Dalam survei yang digelar 11-14 April ini, SMRC juga melakukan simulasi enam nama bakal capres.

Dalam simulasi enam nama, Ganjar mendapatkan elektabilitas sebesar 26,8 persen, unggul sangat tipis dari Prabowo di angka 25,4 persen.

Di urutan ketiga Anies Baswedan yang meraih elektabilitas di angka 16,7 persen, Ridwan Kamil di angka 13,8 persen, Mahfud MD 4,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,1 persen, sedangkan ada 11,1 persen responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Jika dibandingkan dengan survei SMRC yang dipublikasi Selasa (21/3) bulan lalu, elektabilitas Ganjar di survei terbaru ini dalam simulasi semi terbuka turun 2,3 persen.

Dalam survei Maret lalu itu, Ganjar meraih elektabilitas tertinggi di angka 26, 6 persen disusul Prabowo Subianto di angka 17, 6 persen, dan Anies Baswedan 16,7 persen.

Bahkan dalam simulasi tiga nama di survei SMRC Maret lalu itu, Ganjar meraih elektabilitas sangat tinggi di angka 35,5% suara, disusul Prabowo 27,2%, Anies Baswedan 24,8%, dan yang belum tahu 12,5%.

SMRC & Hasto PDIP Biang Kerok

Jika di survei yang dipublikasi Maret lalu, SMRC mengungkapkan simulasi tertutup tiga nama, mengapa di survei terbaru ini tidak diungkapkan ?

Kuat dugaan, SMRC tak berani mengungkapkan hasil simulasi tiga nama dalam survei terbarunya kali ini lantaran ajloknya suara Ganjar yang menempatkannya jauh berada di bawah Prabowo Subianto.

Dalam suvei LSI dengan simulasi tiga nama yang dipublikasi Minggu (9/4) lalu, elektabilitas Ganjar anjlok drastis di urutan kedua sebesar 26,9 persen tertinggal jauh dari Prabowo Subianto yang menempati urutan pertama di angka 30,3 persen.

Elektabilitas Ganjar malah berbeda tipis dengan Anies Baswedan yang meraih elektabilitas di angka 25,3 persen.

Direktur LSI, Djayadi Hanan, mengungkapkan dukungan untuk Ganjar mengalami penurunan signifikan dari 35 persen pada Februari menjadi 26,9 persen.

“Pada pilihan calon presiden, tampak terjadi pergeseran yang sangat besar. Pada tiga besar capres, Ganjar Pranowo mengalami kemunduran, Prabowo cenderung menguat, sementara Anies relatif tidak banyak berubah,” ujar Djayadi.

Menurut Djayadi, turunnya elektabilitas Ganjar diikuti oleh PDI Perjuangan.

“PDI-P misalnya pada Januari 2023 di survei LSI masih 22 persen turun menjadi sekitar 19 persen pada Februari, turun lagi jadi 17,7 persen pada April,” terangnya.

Turunya elektabilitas Ganjar dan PDIP, kata Djayadi, diperkirakan terkait sikap Ganjar dan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu yang menolak kehadiran Timnas U-20 Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa sikap PDIP menolak Timnas U-20 Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia juga berdasarkan hasil survei SMRC.

Berdasarkan survei SMRC, kata Hasto, 67 persen masyarakat Indonesia memiliki sentimen negatif terhadap Timna Israel.

“Data survei oleh SMRC pada Mei 2022 menunjukkan sebanyak 67 persen responden punya sentimen negatif terhadap Timnas Israel,” ujar Hasto, Rabu (5/4/2023)

“Bahwa ini akan membawa implikasi elektoral, ya kami meyakini elektoral PDIP malah naik,” tambahnya.

SMRC adalah sebuah lembaga survei yang selama ini dipakai oleh PDI Perjuangan untuk melakukan survei elektabilitas partainya.

Turun drastisnya elektabilitas Ganjar di survei terbaru SMRC dan juga di survei LSI merupakan tamparan sangat keras dan memalukan bagi SMRC.

Kredibiltas SMRC diragukan karena diduga memberikan informasi bohong kepada Hasto bahwa 67 persen masyarakat Indonesia memiliki sentimen negatif terhadap Timnas Israel.

Selain Hasto, SMRC yang dipimpin Dr. Saiful Mujani de facto jadi biang kerok kehancuran elektabilitas Ganjar dan PDI Perjuangan. (*)