Olly Dondokambey: Mimpi Membangun Pendidikan Berkarakter di Tanah Minahasa

(Foto Ist)
Langowan, suluthebat.id – Dengan penuh keyakinan dan cinta terhadap tanah kelahirannya, mantan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, secara resmi menyerahkan lahan seluas 20 hektare di Langowan kepada Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Syafrie Syamsuddin, Senin (28/4/2025) di Jakarta.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Taruna Nusantara, sebuah lembaga pendidikan unggulan yang dikenal sebagai pencetak calon pemimpin bangsa.
Meskipun sudah tak lagi menjabat sebagai orang nomor 1 di Sulawesi Utara, namun komitmen Olly Dondokambey dalam membangun Tanah Nyiur Melambai tetap terlihat.
Sebagai putra Sulut, Olly memandang pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan Indonesia. Ia meyakini bahwa pendirian Sekolah Taruna Nusantara di Langowan akan membuka jalan bagi lahirnya generasi baru pemimpin Indonesia dari Bumi Nyiur Melambai.
“Langowan memiliki sejarah panjang dalam perjuangan dan pendidikan. Saya ingin tanah ini menjadi ladang bagi tunas-tunas muda yang berkarakter, berilmu, dan berjiwa kebangsaan,” ujar Olly dengan penuh harap.
Menurut Olly, kehadiran sekolah berstandar nasional ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Minahasa, tetapi juga menjadi peluang besar untuk memperkuat kontribusi Sulawesi Utara dalam mencetak generasi penerus bangsa. Ia berharap, dengan dukungan dan kerja sama berbagai pihak, proyek ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Syafrie Syamsuddin menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyebut langkah Olly sebagai bentuk kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan nasional.
“Ini bukan sekadar penyerahan lahan, tetapi sebuah visi besar untuk masa depan. Sebuah upaya nyata membangun Indonesia melalui pendidikan,” ungkap Syafrie.
Bagi Olly Dondokambey, penyerahan lahan ini merupakan simbol keyakinan bahwa masa depan bangsa dimulai dari investasi di bidang pendidikan, khususnya di wilayah yang belum banyak tersentuh oleh lembaga pendidikan unggulan. (Pro)
