Motif Dendam: Penikaman Brutal Terjadi Saat Pesta Miras

Minahasa, suluthebat.id – Pesta minuman keras yang digelar di Desa Karumenga, Kecamatan Langowan Utara, Minggu (6/4) siang, berakhir tragis. Seorang pemuda berinisial J.K. (22), warga Desa Wolaang, Langowan Timur, ditemukan tewas bersimbah darah di halaman rumah warga setelah diduga dianiaya dengan senjata tajam oleh dua rekannya sendiri.
Peristiwa bermula saat J.K. bersama temannya, H.T., mendatangi rumah S.S. (17) di Desa Waleure sekitar pukul 11.00 WITA. Di lokasi tersebut, mereka menggelar pesta minuman keras bersama beberapa teman lainnya, yakni L.B. (20), R.T., serta tiga remaja perempuan: J.T., N.T., dan C.M. Sekitar pukul 11.30 WITA, rombongan tersebut melanjutkan pesta ke rumah keluarga I.K. di Desa Karumenga.
Sekitar pukul 14.00 WITA, hanya tersisa lima orang di tempat kejadian: korban J.K., dua laki-laki (L.B. dan S.S.), seorang saksi R.T., serta J.T. Menurut keterangan saksi, terjadi adu mulut antara korban dan S.S. yang memuncak saat korban meludahi wajah S.S. Meski sempat dilerai ketika mencoba mencabut pisau, ketegangan tak mereda.
Dalam situasi memanas tersebut, L.B. disebut mencabut pisau badik dan menikam J.K. dari belakang. Tindakan itu kemudian diikuti oleh S.S. yang turut menikam korban berulang kali. Korban mengalami sejumlah luka tusuk dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Unit Reskrim Polsek Langowan yang tiba di lokasi langsung mengamankan dua bilah pisau badik sebagai barang bukti dan menangkap kedua pelaku. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado untuk proses otopsi. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa motif penikaman diduga terkait dendam pribadi—salah satu pelaku disebut pernah dianiaya oleh korban sebelumnya.
Polisi telah memeriksa beberapa saksi serta melengkapi seluruh administrasi penyidikan. Keluarga korban telah diberi pemahaman hukum terkait pentingnya otopsi, sementara masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
Kasus ini menjadi pengingat keras akan bahaya konsumsi alkohol tanpa kontrol, terlebih saat dipadukan dengan konflik personal. Satu nyawa melayang, dua pemuda kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (***)
