Mei 26, 2026

Sempat Dikabarkan Menyalahi Aturan, Manager Proyek Jalan Tondey – Pelita: Informasi Harus Berdasar

IMG-20231011-WA0001

Minsel, Suluthebat.com – Belum lama ini proyek peningkatan jalan penghubung Desa Tondey dan Desa Pelita menjadi sorotan. Proyek yang dilaksanakan oleh PT. MYKANTA senilai Rp.20.609.541.000, dengan waktu pelaksanaan 158 hari kalender itu, dikabarkan menyalahi aturan.

Menanggapi pemberitaan miring yang sempat beredar belakangan ini, PT. MYKANTA melalui Manager Proyek Bonie Politon, secara tegas membantah hal tersebut.

Bonie menegaskan, dalam pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut, selalu dilakukan pengawasan rutin oleh dinas terkait.

“Tidak benar itu, pekerjaan dikerjakan sudah sesuai teknis, bahkan setiap hari rutin diawasi oleh konsultan pengawas, ada 9 orang yang ditugaskan dari balai jalan untuk mengawasi pekerjaan agar sesuai dengan spesifikasi yg berlaku,” tandasnya.

Ia menambahkan, pegawai balai jalan yg mengawasi pelaksanaan pekerjaan bahkan dari kementerian PUPR, selalu melakukan pengecekkan pelaksanaan proyek tersebut.

“Jadi terkait apa yang ditulis salah satu media dalam hal melakukan penyimpangan dan kecurangan serta dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai bestek, Itu tidak benar,” tegas Politon.

Selain itu sambung Politon, dalam pelaksanaan proyek peningkatan jalan tondey – pelita, selalu melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja maupun suplier, sehingga memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dijelaskannya, sampai minggu ke 11, peningkatan pekerjaan telah mencapai 40,10% dari 23 Minggu, terhitung periode Agustus hingga Desember 2023.

Lebih lanjut, Politon mengatakan, seharusnya informasi yang disajikan media harus sesuai data dan fakta, mengingat sebuah pemberitaan akan menjadi konsumsi masyarakat luas, dengan penyajian informasi yang memiliki dasar yang benar.

“Sebab, dengan adanya informasi dari media, kita menjadi cepat mengetahui tahu apa saja persoalan yang terjadi dilapangan, namun informasi yang diberikan jangan tidak berdasar, sehingga orang yang membaca dengan mudah memahaminya dan tidak salah mengartikan,” tutup politon.

Sementara itu tokoh agama Desa Pelita yakni Deybi kowaas didampingi Delfi siwu yang juga seorang tokoh agama setempat, mengapresiasi program pekerjaan tersebut.

“Bahwa kami sangat bersyukur dan berterima kasih juga mengapresiasi, karena sekilan lama, sudah puluhan tahun jalan desa kami rusak parah dan sekarang bisa di realisasikan lewat program pekerjaan peningkatan jalan Tondey – Pelita ini, dan tentu kami masyarakat tidak lepas dari tanggung jawab untuk mengawasi pekerjaan yg sedang dilakukan karena semua program pemerintah masyarakat wajib untuk mengawasi,” tuturnya.

(FL)