Juni 17, 2026

Deklarasikan Anies Capres 2024, SMRC : Suara NASDEM Turun Drastis di Indonesia Timur

0

Jakarta, suluthebat.com – Keputusan Partai NASDEM mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024 ternyata berakibat fatal. Suara partai pimpinan Surya Paloh tersebut turun drastis di wilayah Timur Indonesia. Sementara di wilayah Indonesia Barat tak mengalami kenaikan signifikan.

Demikian diungkapkan Direktur Riset Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Deni Irvani dalam siaran Youtube SMRC, Jumat (7/10/2020).

“Keputusan Partai Nasdem untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden berdampak menurunnya suara partai ini dari Indonesia Timur. Sementara dukungan pemilih dari Indonesia Barat belum mengalami penguatan berarti,” ungkap Deni.

Deni mengungkapkan bahwa awalnya Nasdem selalu memiliki suara yang kuat di Indonesia bagian Timur pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Sementara di wilayah DKI Jakarta dan Banten lemah.

“Pada 2019 hanya dapat 5,1 persen suara (di Jakarta dan Banten), tidak jauh berbeda dengan 2014, (yaitu) 5,6 persen. Kemudian di wilayah Jawa Barat juga wilayah yang lemah bagi Nasdem, bahkan wilayah yang paling lemah dukungan kepada Nasdem, hanya 5 persen di 2019 dan 4,9 persen di 2014,” paparnya.

Sementara dukungan kepada Nasdem di Indonesia bagian Timur dari tahun 2014 ke 2019, tambah Deni, naik signifikan dari 7,5 persen menjadi 13,2 persen.

Menurutnya, kenaikan suara Nasdem di Indonesia bagian Timur saat itu menjadi kenaikan yang paling tinggi dibandingkan wilayah lain.

Setehun terakhir ini, lanjutnya, Nasdem tampak dekat dengan Anies. Menurutnya, Nasdem diduga ingin memperkuat suara di wilayah yang selama ini lemah dengan cara mencalonkan Anies Baswedan sebagai Capres.

“Pencalonan Anies oleh Nasdem saya kira diharapkan bisa memperkuat Nasdem di wilayah yang selama ini mereka lemah,” jelasnya.

Deni mengungkapkan tren dukungan terhadap Nasdem untuk Pemilu 2024 dalam satu tahun terakhir di wilayah Indonesia Timur turun tajam tinggal 3,9 persen pada survey terakhir di bulan Agustus tahun ini. Padahal pada Mei 2021, dukungan suara NASDEM di Indonesia Tmur ada di posisi 10,8 persen.

Sementara itu, di Jawa Barat yang memiliki sangat banyak pemilih tidak naik signifikan. Sejak Mei 2021 sampai Agustus 2022, suara Nasdem hanya naik dari 0,4 persen ke 1,7 persen di wilayah Jawa Barat.

“Jadi, kalau selama ini diharapkan ada kenaikan dukungan yang signifikan dari pemilih di Jabar kepada Nasdem, kita belum melihat indikasi yang kuat itu terjadi pada Nasdem, setidaknya sampai survei di Agustus 2022,” jelasnya.

“Yang kelihatan lebih jelas adalah merosotnya dukungan dari pemilih di Indonesia bagian Timur kepada Nasdem secara signifikan,” pungkas Deni. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *