Pemkab Minsel Bersama Forkopimda Mediasi Kasus Tarkam Kelurahan Bitung dan Ranomea
Amurang, suluthebat.com – Tawuran antar kampung (tarkam) Kelurahan Bitung dan Kelurahan Ranomea oleh kelompok remaja yang terjadi pada Minggu (29/05) malam tadi yang merenggut satu korban jiwa, pihak Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melakukan mediasi atau musyawara bersama yang melibatkan pihak dari Kelurahan Ranomea dan Kelurahan Bitung, beserta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca). Dilaksanakan di Gedung Waleta Kopleks Kantor Bupati Minsel, Senin (30/05/2022).
Hadir dalam musyawara kesepakatan bersama ini, Wakil Bupati Petra Yani Rembang, Sekretaris Daerah Glady Kawatu, Kapolres Minsel AKBP C Bambang Harleyanto SIK, Danramil Amurang Kapten Inf Ramli Hamanja, Camat Amurang, Camat Amurang Timur, Kepala Kelurahan Bitung dan Ranomea serta Perangkat Kelurahannya, bersama Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dari kedua belah pihak kampung yang bertikai tersebut.
Wakil Bupati Minsel, Petra Yani Rembang yang memimpin langsung musyawara ini mengatakan bahwa pertemuan ini perlu diadakan untuk mencari solusi, serta sama-sama berkomitmen untuk menciptakan situasi yang kondusif, aman, tidak berkepanjangan dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pertemuan ini perlu diadakan terkait pelaksanaan hukum bagi pelaku-pelaku, tapi daripada itu kita menyatukan persepsi kita dan membangun komitmen bersama, untuk kita sama-sama berupaya mengadakan tindakan-tindakan prefentif atau tindakan-tindakan pencegahan untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang kita tidak diinginkan atas peristiwa ini,” ucap Petra Rembang.
“Mari kita sama-sama berupaya, agar supaya persoalan ini tidak berkepanjangan, tidak akan berlarut-larut, dan tidak akan menambah persoalan baru lagi,” himbau Wakil Bupati Minsel itu.
Senada dengan Wakil Bupati, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Minsel AKBP C. Bambang Harleyanto juga mengatakan pertemuan ini intinya agar jangan sampai ada permasalahan baru dan tidak melebar.
“Mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk meredam menciptakan situasi kemanan yang kondusif. Biarkan proses hukum yang berjalan dan saya berkomitmen untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Saya sudah memerintahkan untuk mencari para pelaku yang terlibat dalam keonaran ini,” ucap Kapolres.
Kapolres Minsel itu juga mengatakan, pihaknya dari tadi malam bekerjasama dengan Koramil 1302-14/Amurang telah mulai mengamankan situasi di lokasi, khususnya di perbatasan Ranomea dan Bitung.
“Kami sudah siapkan tim untuk menjaga pengamanan di kedua belah pihak. Kepada masyarakat tidak usah takut, silahkan beraktivitas seperti sediakala, saya siapkan tim 24 jam. Kalau ada apa-apa silahkan lapor ke Polsek atau Polres. Kami sudah komitmen sudah di backup juga dengan Danramil. Hal ini demi menjaga keamanan kedua pihak,” kata Kapolres.
Ia menghimbau, agar masing-masing pihak ada baiknya untuk menahan diri. Ia meminta agar pimpinan dimasing-masing kelurahan dan kecamatan untuk berperan mengkondusifkan situasi yang terjadi saat ini.
“Mari jaga wilayah kita dan anak-anak kita. Diharapkan kepedulian orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya, diharapkan masing-masing kelurahan untuk melakukan tindakan pencegahan, seperti tim pengamanan,” himbau Kapolres.
Dari keterangan Kapolres, pertikaian yang terjadi dilakukan oleh kelompok anak-anak remaja yang terpengaruh oleh minuman keras (Miras), setidaknya sudah ada 25 orang anak muda dari Kelurahan Ranomea yang diamankan. Meski begitu, Kapolres mengatakan pihaknya masih terus mengusut dan mendalami kasus pertikaian tersebut.
Dari hasil mediasi tersebut, kedua pihak Kelurahan yang bertikai telah sepakat berkomitmen untuk damai dan akan berusaha menjaga situasi aman. Dan dari keterangan Camat Amurang, pihak keluarga korban yang meninggal juga telah mengamini kejadian ini, dan menyerahkan seluruhnya kepada pihak yang berwajib.
Diketahui, dari keterangan beberapa warga setempat, kejadian bermula terjadi pada hari Minggu sekira pukul 7 jam malam di jalan Boulivard Amurang di perbatasan Kelurahan Ranomea dan Kelurahan Bitung. Sempat diamankan pihak kepolisian dan situasi sempat kondusif. Namun kekacauan berlanjut pada tengah malam sekira pukul 12 malam di jalan trans Sulawesi dekat perbatasan Kelurahan Bitung dan Kelurahan Ranomea. Dari pertikaian itu, satu orang dari masyarakat Kelurahan Bitung meninggal dunia. (Jud)


