Juni 17, 2026

Krisis Kedelai, Harga Tempe dan Tahu Bakal Melonjak

JAKARTA, suluthebat.com – Harga tempe dan tahu dalam waktu dekat diperkirakan akan naik menyusul adanya lonjakan harga kedelai global, akibat gangguan pasokan di Brazil dan Amerika Serikat.Indonesia diketahui masih mengimpor kedelai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, menjelaskan perkembangan harga dari CBOT (Chicago Board of Trade) harga pada Februari ini mencapai US$15,77 per bushels, dengan tingkat harga di importir mencapai Rp11.240 per kilogram. Dalam beberapa waktu ke depan harga akan mengalami kenaikan.

“Menurut informasi yang diterima kenaikan ini bisa sampai Mei yang diperkirakan harganya mencapai US$15,79 per bushels baru akan turun Juli perkiraannya hanya US$15,74 per bushels di tingkat importir,” kata Oke dalam konferensi pers, Jumat (11/2/2022) yang dikutip dari CNBC Indonesa.

Kenaikan disebabkan gangguan pasokan di Brazil dimana terjadi penurunan produksi dari 140 juta ton menjadi 125 juta ton. Selain itu di Amerika Serikat juga terjadi inflasi yang berdampak pada harga input produksinya.

Imbasnya, harga tahu/tempe juga akan melonjak. Oke memperkirakan harga tempe mengalami kenaikan menjadi Rp10.300 – 10.600 per kilogram. Demikian juga dengan harga tahu diperkirakan menjadi Rp52.450 – 53.700 per papan. Atau naik menjadi Rp650 – 700 per potong. Dimana saat ini perajin harus membeli kedelai dengan harga bahan baku mencapai Rp11.500 per kilogram, sehingga kenaikan harga ini tidak bisa dihindarkan.Ada ada kenaikan Rp 300 per kilogram untuk tempe maka ada kenaikan Rp50 per potong untuk tahu, jika harga pembelian kedelai dari perajin di harga Rp11.500 per kilogram.(*)