Penganut Kepercayaan Lalang Rondor Malesung Terima Kunjungan Mahasiswa Fakultas Teologi UKIT
Minsel, suluthebat.com – Salah satu organisasi penganut kepercayaan Lalang Rondor Malesung (LAROMA) menerima kunjungan dari Alfa Sondakh (AS), Mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Minggu, (19/12/2021).
Kehadirannya dalam rangka mengenal praktik upacara dan ajaran-ajaran Malesung. Sebagai bagian dari tugas mata kuliah Agama-agama. Dan barangkali terkait bahan rencana penulisan skripsi untuk memperoleh gelar S1 Sarjana Teologia.
Kedatangan mahasiswa ini memang bertepatan dengan hari diselenggarakannya upacara/peli’i bulan purnama yang dinamakan Meru Nubat yang biasa dilakukan oleh penganut kepercayaan LAROMA.
Iswan Sual sebagai pimpinan LAROMA, menyambut baik mahasiswa Kristen dari UKIT yang datang untuk mengenal penganut kepercayaan yang berbeda dan mikro minoritas.
“Kunjungan-kunjungan ilmiah dari pihak kampus sangat diharapkan. Karena biasanya masyarakat akademik itu objektif. Memang LAROMA sudah banyak kali diwawancara untuk tulisan-tulisan ilmiah dan diundang dalam forum-forum sehingga ada kesempatan untuk saling kenal dengan orang-orang dan organisasi dengan beragama background atau latar belakang. Namun, tetap harus terus terbuka menerima tawaran pertemuan komunikasi. Semakin dikenal kan semakin disayang”, Ujar Sual.
Organisasi penghayat kepercayaan Lalang Rondor Malesung memang terbuka terhadap pihak luar, baik kepada pihak yang hanya untuk sekedar mampir bercakap ramah maupun untuk penelitian ilmiah.
Diketahui, organisasi penghayat kepercayaan LAROMA ini adalah sah, terdaftar dan difasilitasi negara lewat Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (Dit KMA).
Sual juga menambahkan bahwa dialog dan pertemuan langsung seperti itu sangatlah penting, guna untuk menghindari kesalahpahaman, menjauhkan kecurigaan, menghapus kebencian, meluluhlantakkan perpecahan dan membuang sikap eksklusif berlebihan.
“Dialog justru memupuk solidaritas, menyuburkan toleransi, memperkokoh kerukunan, membuka wawasan, memberi pencerahan, menjembatani perbedaan, menghormati kebhinekaan, memperat persaudaraan, dan mempertegas komitmen kebangsaan, karena berbeda itu Indonesia“. Pungkas Sual.
