Ternyata 60% Warga Manado Belum Vaksinasi, Stok Vaksin Mulai Menipis
MANADO, suluthebat.com – Meski menjadi kota dengan capaian vaksinasi Covid-19 tertinggi di Indonesia, program vaksinasi di Manado ternyata baru mencakup 40 persen warga ber-KTP Manado. Sementara, stok vaksin makin menipis karena masih menunggu pengiriman dari Makassar.
Fakta ini dikemukakan Walikota Manado, Andrei Angouw, saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan vaksinasi, Selasa (13/7/2021). Saat itu walikota didampingi Wakil Walikota, Richard Sualang, Sekda Micler Lakat dan dr. Steven Dandel dari Dinkes Provinsi Sulut. Hadir juga dr. Joy Zeekeon dari Dinkes Kota Manado, para Camat, mewakili Puskesmas dan pejabat teknis lainnya.
“Progres vaksinasi di Manado memang sudah mendekati 70 persen, tapi baru sekitar 40 persen warga ber KTP Manado tervaksinasi, jadi jangan berbangga dulu,” kata wali kota. Karenanya dia menargetkan, hingga awal November seluruh warga Manado sudah divaksin “Sekarang target kita 10 ribu suntikan setiap,” tegasnya. Menurutnya, semua yang divaksin harus tercatat dalam sistem yang sudah buat, agar target 372.000 warga Manado, dapat dimonitor.
Vaksin Mulai Menipis
Di sisi lain, Walikota Andrei Angouw, juga mengakui saat ini persediaan vaksin Pemkot Manado makin menipis. . “Stok vaksin kita minim, tadi malam saya sudah lapor ke Pak Gubernur. Kita menunggu pengiriman dari Makassar,” ujarnya. Pernyataan ini dibenarkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, sekaligus jurubicara Gugus Covid 19 Sulut, dr.Steaven Dandel.
Dia mengatakan suplai bagi kegiatan vaksinasi berasal dari Kementerian Kesehatan. “Permintaannya sudah diajukan sejak dua minggu lalu, Pak Gubernur minta 400.000 dosis,” ujarnya sambil menambahkan oleh pemerintah pusat, untuk kegiatan vaksinasi, Sulut ada di urutan paling bawah, karena cakupannya paling tinggi. “Epidemologi kita dianggap tidak separah di Jawa, jadi vaksin dialihkan ke sana,” kata Dandel.(*)
