192.518 Warga Manado Sudah Vaksin Dosis 1 & 67.988 Warga Vaksin Kedua
MANADO, suluthebat.com – Kerja keras tiada henti dan tanpa mengenal jam kerja yang dilakukan Walikota Manado, Andrei Angouw, Wakil Walikota Richard Sualang, Sekretaris Kota (Sekkot), Micler Lakat, Tim Penggerak PKK dan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado; ternyata tidak sia-sia. Hingga Sabtu (3/07/2021) malam pukul 19.00 Wita, Manado mencatatkan diri sebagai daerah dengan tingkat vaksinasi tertinggi di Sulawesi Utara.
Siaran Pers Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tentang Kondisi Epidemologi Covid 19 di Sulut mengungkapkan, dari target sasaran sebanyak 363.334 orang, Manado berhasil memvaksin 192.518 orang untuk dosis 1 atau telah mencakup 52,99 %. Sementara, untuk dosis kedua, sudah mencapai 67.988 orang atau setara dengan 18,71 % dari total penduduk wajib vaksin.
Berbagai terobosan yang dilakukan Pemkot Manado ini terus mendapat respon positif seluruh elemen masyarakat, sehingga Manado pun menjadi kota pertama di Indonesia yang melakukan vaksinasi bagi kelompok umur 12 hingga 17 tahun. Vaksinasi ini akan dilaksanakan pada Senin (5/7/2021) besok.
Saat memimpin rapat teknis dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut dan Dinas Pendidikan Kota Manado dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi ini, Walikota Andrei Angouw meminta seluruh instansi terkait agar siap sedia. “Kita Daerah Kedua setelah DKI, tapi menjadi Kota/kabupaten Pertama di Indonesia yang melaksanakan program vaksinasi umur 12 tahun keatas,” ujarnya dalam rapat yang juga diikuti Kadis Pendidikan Sulut, dr. Grace Punuh, Kadis Pendidikan Manado, Daglan Walangitan, dr. Joy Zeekeon dari Dinas Kesehatan Kota Manado dan beberapa pejabat teknis.
Sementara itu, Siaran Pers Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut mengungkapkan, trend pertambahan kasus positif harian di Sulawesi Utara pasca libur hari raya menunjukkan peningkatan mencapai 200%. Sebelum hari raya per hari dideteksi rata rata 5 kasus perhari, sementara sesudah hari raya meningkat menjadi 15 kasus per hari. Akan tetapi pada akhir Juni dan awal Juli ini trend pertambahannya menunjukan tanda terjadinya peningkatan eksponensial.
Pelipatgandaan kasus terjadi dengan cepat dan dalam periode waktu yang lebih pendek (berdasarkan trend 7 days moving average). Rata rata per hari 5 kasus berlipat menjadi 10 kasus perhari dalam 21 hari. Kemudian meningkat menjadi 20 kasus perhari dalam kurun waktu 12 hari,dan naik menjadi rata rata 40 kasus perhari dalam waktu 9 hari. Kecurigaan bahwa fenomena ini disebabkan oleh adanya penyebaran Variant of Concern (Alfa,Beta, Delta dan Kappa) belum bisa dipastikan karena pemeriksaan genomik sequencing yang telah dikirimkan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pencegahan Penyakit Manado ke Pusat Litbangkes Kemenkes RI, sampai saat ini belum ada hasil.
Akan tetapi pada beberapa cluster yang terjadi di Sangihe,Tomohon, Manado dan juga Bitung menunjukkan kecepatan transmisi yang menyerupai variant of Concern ini. Peningkatan ini tentunya secara otomatis membuat beban bagi pelayanan kesehatan makin terlihat jelas. Dalam kurun waktu 3 minggu angka keterisian Ruang Isolasi dan Ruang ICU Covid 19 (Bed Occupational Rate) di Rumah Sakit Rujukan Covid 19, meningkat dengan cepat.
Dalam waktu 17 hari keterisian Bed Isolasi meningkat dari 8% menjadi 25%. Bahkan pada beberapa Kabupaten / Kota keterisiannya sudah di atas 50%. Semakin banyak orang yang sakit, maka otomatis makin banyak yang perlu dirawat di ruang perawatan intensif dan makin banyak juga kematian yang dilaporkan.
Sementara itu gambaran kegiatan testing juga menunjukkan tanda-tanda memburuk dimana positivity rate Provinsi Sulawei Utara meningkat dari 2,5% pada bulan Mei 2021 dan posisi terkini sudah mencapai angka diatas 10%, lebih tepatnya ada diangka 12,31 % seperti pada Grafik dibawah ini. Angka ini mengindikasikan bahwa dari setiap 100 sampel yang diperiksa akan terdapat 12 sampai dengan 13 kasus positif. Kondisi ideal yang menunjukkan bahwa transmisi terkendali,seharusnya berada dibawah 5%.(dki)
