5 Pesan Jokowi Saat Konbes GP Ansor di Sulut
MINAHASA, suluthebat.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan lima pesan penting saat meresmikan secara daring Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang digelar di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat hingga Minggu 18-20 September 2020.
Acara dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey selaku tuan rumah, dan Presiden Jokowi menyampaikan pesan secara daring dari Istana Bogor.

1. Peran GP Ansor di Indonesia
Presiden Jokowi menilai GP Ansor sudah sangat teruji perannya sebagai perekat dan simpul kebangsaan di tengah keragaman dan perbedaan yang ada di Indonesia.
“Peran sejarah GP Ansor sangat relevan dengan kondisi negara yang majemuk, beragam suku agama dan budaya,” ujar Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyebut Klkeragaman dan perbedaan bukanlah kelemahan melainkan sebuah kekuatan. Yang jika disatukan bisa menjadikan negara dan bangsa kita menjadi maju dan berdiri sejajar dengan negara lain.
2. Kebebasan Dibajak Egoisme Merasa Benar Sendiri
Jokowi juga menyinggung kebebasan berpendapat yang kebablasan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sikap merasa benar sendiri, dan suka memaksakan kehendak karena merasa paling benar.
“Saya berharap seluruh kader GP Ansor meneladani sikap terpui para ulama yang diambil dari karakter Tawassuth, Tawazun, I’tidal, dan Tasamuh, tanpa menghilangkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar,” kata Jokowi.
3. Ikhtiar Lawan Covid-19
Pandemi COVID-19 semakin meluas dan masihbsulit dikontrol. Karena itu, Presiden Jokowi meminta semua pihak harus satu frekuensi dan satu semangat karena perlu kerja keras melawannya.
Jokowi juga menegaskan bahwa ikhtiar melawan Covid-19 perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh, baik ikhtiar dhohir dan ikhtiar bathin.
“Karena itu saya mengajak seluruh anggota Gerakan Pemuda Ansor dimanapun berada, baik secara individual maupun kolektif untuk turun tangan bersama dengan pemerintah dengan elemen bangsa lainnya, untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” kata Jokowi.
4. Bangun Kemandirian
Pandemi Covid-19 memberi pukulan telak terhadap sendi-sendi perekonomian bangsa. Karena itu, Presiden Jokowi mengajak semua anak bangsa membangun dan memperkuat kemandirian. Berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Bangun solidaritas dan gotong royong.
5. Cintai Produk Lokal
Pesan penting Jokowi lainnya adalah, agar anak bangsa bangga dan mencintai produk anak negeri.
“Membeli dan mempromosikan produk nelayan lokal, petani lokal dan produk usaha kecil, menengah dan mikro,” ungkapnya.
“Kita yakin dengan gerakan bersama ini, kita tak hanya membantu kehidupan petani, UMKM dan lainnya, tapi juga kita bisa bangkitkan kembali ekonomi menuju ke arah normal kembali,” tegas Jokowi.
