Yeittij Roring Komitmen Kembalikan Kejayaan Sulut Sebagai Daerah Nyiur Melambai

Tondano, suluthebat.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen akan mengembalikan kejayaannya di bidang komoditi perkebunan kelapa.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Daerah (Disbunda) Provinsi Sulawesi Utara Yeittij Roring dalam rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan dan anggaran lingkup Provinsi tahun 2023 yang dilaksanakan di Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu (15/03/2023).
Kepala Dinas Pekerbunan Daerah Provinsi Sulut Yeittij Roring mengatakan kegiatan tersebut merupakan forum koordinasi tahun 2023, namun juga di dalamnya ada kegiatan evaluasi untuk tahun 2022 sebagai upaya melihat pencapaian kinerja juga menjawab apa yang harus ditingkatkan kedepan dan apa yang harus dibenahi.
“Hal ini guna untuk mencapai program yang direncanakan. Kita butuh komitmen untuk kerja. Kita butuh perencanaan yang tepat. Sehingga di antara jajaran Provinsi dan Kabupaten/Kota, khususnya yang pelaku-pelaku komoditi perkebunan dapat mendorong dengan tepat dan memotivasi untuk pelaksaan program di tahun 2023 nanti,” ucap Roring.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga membahas proyeksi pembangunan perkebunan di tahun 2024. Sehingga apa yang diinginkan pimpinan kedepan dalam hal ini Gubernur Olly Dondokambey, perkebunan Sulut berjalan dengan efektif dan efisien.
Yeiitij Roring berharap dengan kegiatan ini dapat menjadi motivasi kedepan bagi para petani pelaku usaha komoditi perkebunan nanti. Hal ini juga untuk memperoleh hasil yang baik yang diharapkan bisa menjawab tantangan bahkan permasalahan yang terjadi khususnya di sektor perkebunan.
“Dengan semangat bekerja dan bekerja bersama-sama supaya tercipta nanti nyiur melambai semakin melambai-lambai. Kita kembalikan kejayaan Sulut sebagai nyiur melambai,” ujarnya
Maka untuk mengopotimalkan kebijakan dalam membangun sektor perkebunan di Sulut, Ia berupaya memberi motivasi kepada rekan-rekan jajarannya untuk lebih giat lagi dalam memberikan motivasi untuk menemukan inovasi-inovasi bagi para petani pelaku pembangunan sektor perkebunan.

Roring juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi setiap tahun memprogramkan perluasan komoditi perkebunan khusunya komoditi kelapa.
“Saat ini kita telah ada 28 jenis produk turunan kelapa diekspor. Dalam waktu dekat ini akan ada sapu lidi yang akan diekspor sehingga akan menjadi 29 jenis produk turunan kelapa yang akan diekspor. Kami selalu mendorong dan memberi motivasi kepada para petani pelaku komoditi untuk membuat inovasi agar meningkatkan pendapatannya,” tandas Kadis Perkebunan Daerah Provinsi Sulut itu.
Hadir dalam pelaksanaan rapat tersebut kepala dinas maupun utusan dari dinas pertanian dan perkebunan se-Sulawesi Utara. (Jud)
