Jawa Tengah Terbaik se-Indonesia Dalam Capaian Persentase Penyelesaian Rekomendasi BPK RI

Semarang, suluthebat.com- Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan Capaian Persentase Penyelesaian Rekomendasi BPK Terbaik di seluruh Indonesia.
Jawa Tengah berhasil meraih capaian 92,09 persen persentase penyelesaian rekomendasi BPK. Capaian tersebut juga melampaui raihan nasional, yaitu 75 persen.
Demikian disampaikan Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Ahmadi Noor Supit dalam pidatonya usai menerima Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Jawa Tengah yang diserahkan langsung Gubernur Ganjar Pranowo di Auditorium BPK RI Jawa Tengah, Semarang, Selasa (14/3/2023).
“Jawa Tengah ini daerah kita kategorikan daerah yang memang tindak lanjut hasil pemeriksaan itu tergolong yang terbaik di seluruh Indonesia, bersama dengan Yogyakarta,” ujar Ahmadi.
“Tapi Yogyakarta entitasnya sedikit, kalau di sini kan banyak ada 35 kabupaten kota dan 1 pemerintahan provinsi,” tambah Ahmadi.
BPK RI juga mengapresiasi pemerintahan daerah Jawa Tengah yang turut terlibat langsung dalam penyusunan laporan keuangan.
Selain kepada Ganjar, apresiasi itu diberikan juga 35 kepala daerah tingkat kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Capaian baik yang diraih Jawa Tengah saat ini, kata Ahmadi, tetap harus ditingkatkan.
Ia mendorong seluruh kepala daerah untuk tetap menguatkan koordinasi, serta kompetensi yang telah terbentuk di bawah kepemimpinan Ganjar.
Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengingatkan seluruh kepala daerah untuk tetap mempertahankan penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
“Kalau sudah WTP semua, tugas kita berikutnya adalah WTP tapi berkualitas. Tadi sudah diberikan rambu-rambunya semua mesti governance, akuntabilitasnya dicatat dan itu tidak sulit,” ujar Ganjar.
Ganjar menegaskan kepada jajarannya untuk tetap terbuka dan melaksanakan pemerintahan Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi yang artinya Tidak Korupsi dan Tidak Berkhianat.
“Diingatkan, pokoknya laporannya yang baik saja tidak perlu takut dan BPK akan memeriksa dengan metode yang dimiliki. Tugas kita adalah menyiapkan itu,” pungkas Ganjar. (*)
