Sikap Optimis Kepsek, Ujian Berbasis Android SMAN 1 Kumelembuai Berjalan Lancar

Minsel, Suluthebat.com – Pelaksanaan Ujian Sekolah tingkat SMA se-Sulut saat ini sudah memasuki hari terakhir. Banyak sekolah di kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sudah menerapkan Ujian Sekolah berbasis Android, walaupun masih ada beberapa sekolah yang menerapkan sistem Ujian Sekolah secara konvensional yakni berbasis kertas dan pensil.
Opsi penerapan Ujian Sekolah Berbasis Android merupakan sebuah langkah maju dalam memanfaatkan teknologi sebagai penunjang gelaran Ujian Sekolah yang efektif, efisien dan ekonomis.
Sadar akan kemajuan teknologi saat ini, SMA N 1 Kumelembuai melalui sikap optimis Kepala Sekolah Swingly Liow, mengambil langkah maju itu dengan menerapkan Ujian Sekolah Berbasis Android disekolah yang tergolong kecil ini.
Liow mengatakan, sebelum penetapan pelaksanaan Ujian Sekolah berbasis Android di SMA N 1 Kumelembuai, masih terjadi perdebatan dalam lingkup para guru.
Pasalnya, masih ada beberapa guru yang pesimis untuk menerapkan pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Android di Sekolah tersebut dengan berbagai alasan.
“Awalnya ada beberapa guru yang pesimis waktu kita tawarkan mo beking Ujian Sekolah Berbasis Android. Dengan alasan dorang blum mahir dalam pengoperasian Smartphone, apalagi mo pake google, Aplikasi, dan lain-lain”, paparnya.
Sebagai seorang pemimpin, lanjut Liow, sudah seharusnya menularkan sikap optimis kepada semua guru agar selalu siap menghadapai berbagai kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan di era saat ini.
“Karena ada juga beberapa guru yang mahir di bidang itu, kita coba beking dorang sebagai mentor kemudian kase belajar tu guru-guru laeng, akhirnya sekarang, guru-guru menawarkan kalau boleh ujian mid semester dorang mo beking berbasis Android”, terang Liow.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan minsel – Mitra Max Lengkong saat diwawancarai via whatsapp, mengapresiasi sikap optimisme dari Kepsek Swingly Liow yang menurutnya sangat baik dalam memotivasi para guru untuk berani mengambil langkah maju mengikuti era digitalisasi saat ini.
Kacabdin Max Lengkong menerangkan bahwa pelaksanaan ujian berbasis android maupun kertas pensil tidak menjadi masalah. Hanya saja, diera digitalisasi saat ini, akan ketinggalan apabila para guru tidak berani berinovasi.
“Pelaksanaan ujian berbasis Android justru lebih membantu para guru, misalnya selesai ujian guru langsung mengetahui perolehan nilai siswa, disisi lain akan terjadi penghematan anggaran. Para guru tidak disibukkan lagi dengan memeriksa secara satu persatu hasil ujian siswa jika masih dilakukan dengan menggunakan pola Ujian berbasis kertas pensil”, jelasnya.
Diketahui total ada 36 siswa yang terdaftar untuk mengikut Ujian Sekolah di SMA N 1 Kumelembuai.
Kepada awak media Suluthebat.com, Kepsek Swingly Liow mengaku sampai hari terakhir pelaksanaan ujian tidak ada kendala berarti, sehingga pelaksanaan ujian berjalan aman dan lancar.
Hanya saja kata dia, ada satu hal diluar dugaan, dimana salah satu siswa peserta ujian tidak memiliki perangkat Android untuk digunakan mengikuti ujian.
Dengan rasa tanggung jawab yang besar terhadapa masa depan seluruh siswa, dirinya langsung mencari solusi agar siswa tersebut dapat mengikuti Ujian Sekolah.
“Ketika kita dengar itu, kita langsung minta saran ke guru-guru karna kita nimau ambe tindakan sendiri. Lalu ada salah satu guru yang berinisiatif mo se pinjam dia pe handphone for murid mo pake ujian”, tukas Kepsek karismatik itu.
Saat ditemui di kediaman siswa tersebut, orang tua siswa mengaku bahwa perangkat android milik anak mereka rusak. Oleh karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah membantu memfasilitasi anaknya sehingga bisa mengikuti Ujian Sekolah. (Vil)
