Juni 1, 2026
Pemberian penghargaan kepada sejumlah pihak yang mendukung FFW

Tomohon, suluthebat.com – Puncak acara Festival Film Wanua (FFW) yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (Pukkat) bekerjasama dengan Ditektorat Jenderal Kebudayaan melalui program layanan produksi kegiatan kebudayaan kategori pemberdayaan ruang publik (sinema mikro), sukses terlaksana.

Kegiatan itu dilaksanakan di Benteng Moraya, Tondano, Kabupaten Minahasa, Sabtu (29/04/2023).

Festival Film Wanua ini telah dilaksanakan sejak 10 Desember 2022 melalui rangkaian roadshownya di 6 Daerah di Sulawesi Utara dalam pencarian dan pendataan sineas, komunitas film, sekaligus dengan pemutaran film, serta seminar film.

Ketua Pukkat Dr. Denni Pinontoan mengatakan kegiatan ini merupakan acara puncak setelah menggelar rangkaian kegiatan di 6 titik di daerah di Sulawesi Utara.

“Pada acara puncak ini diadakan peluncuran buku, pemberian penghargaan, serta ruang apresiasi. Kiranya melalui kegiatan ini dapat lebih menumbuhkan ekosistem perfileman di Sulut, terutama memberi dampak ke masyarakat terutama pada kebudayaan Minahasa,” kata Denni Pinontoan.

“Tentunya ini perlu di syukuri, dan kami Pukkat sangat mengapresiasi atas semua dukungan yang diberikan selama rangkaian kegiatan Festival Film ini, baik para Sineas, Komunitas Film, serta Pemerintah Daerah,” lanjut Akademisi IAKN Manado itu.

Sejumlah Komunitas Film Sulut

Sementara itu Sekertaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Drs. Fitra Arda, M.Hum yang kembali hadir memberi apresiasi kepada Pukkat dan komunitas jejaringnya yang berupaya mensukseskan Festival Film Wanua ini. Menurutnya, Film adalah salasatu media yang sangat kuat dalam rangka mengedukansi dan banyak hal tentang kemajuan kebudayaan.

Fitra Arda mengatakan Indonesia memiliki keragaman adat budayanya, ia berharap lewat film-film daerah yang mengangkat kearifan lokalnya, dan dapat mempromosikan identitas daerah itu sendiri.

“Kiranya ke depan, melalui ini, perfileman di Sulawesi Utara semakin maju, terutama memberi dampak pada kebudayaan masyarakat yang ada di Minahasa,” ucap Sek Dirjen Kebudayaan RI itu.

Sekertaris Dirjen Kebudayaan Fitra Arda bersama Tokoh Perfilman Sulut Veldy Umbas

Selain itu, Wakil Gubernur Steven Octavianus Kandouw melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut, Yeittij Roring mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberi apresiasi kepada Pukkat yang telah menginisiasi dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan Festival Film Wanua ini, sekaligus mengucapkan terimakasi kepada Direktorat Jendral Kebudayaan dan semua pihak terkait yang mendukung penuh hingga sukses terlaksananya festival film wanua,

“Festival film wanua ini mari kita jadikan tolak ukur bahwasannya daerah sulawesi utara memiliki talenta-talenta dan potensi perfileman yang berkualitas dan memiliki nilai yang latarbelakangnya memiliki ciri khas kebudayaan daerah yang kita cintai,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata Wakil Gubernur, melalui momen strategis ini Pemerintah sangat berharap sekaligus memberi dukungan kepada Pukkat dan seluruh pihak yang terkait agar terus menggemakan dan mensosialisasikan inovasi-inovasi perfilman yang ada di daerah dengan memuat banyak kreatif-kreatif dan budaya-budaya daerah.

“Secara tidak langsung tentunya ini sangat memberikan dampak yang positif suatu ajang promosi serta sangat memberitahukan kepada masyarakat yang luas bahwa daerah Sulawesi Utara juga dapat memproduksi film yang bersifat lokal dan berkualitas,” ujar Wagub.

“Saya berharap festival film wanua di sulawesi utara bisa terus eksis dan sukses serta membawa dampak positif bagi para seniman dan para kreator film asal daerah sulawesi utara,” pungkasnya.

Selain launching buku dan pemutaran film, pada acara puncak itu juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah pihak yang mendukung serta penyerahan award film wanua.

Adapun penghargaan yang diberikan adalah sebagai berikut :

Turut hadir dalam kegiatan, Ketua Manajemen Pelaksana Dana Indonesiana, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa, Perwakilan Pemerintah Daerah, Tokoh Masyarakat, para sineas dan sinematographi Sulut, sanggar seni budaya kawasaran, serta sejumlah anggota komunitas film Sulut. (Jud)