Juni 1, 2026

Seminar FFW dengan Topik Membangun Ekosistem Perfilman di Sulut, Sukses Digelar

Festival Film Wanua gelar seminar membanguna ekosistem perfilmman di Sulut

Tomohon, suluthebat.com – Seminar Festival Film Wanua oleh Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (PUKKAT) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Sabtu (15/04/2023), sukses terlaksana.

Bertempat di Cafe Elmonts, Kota Tomohon, Seminar Festival Film Wanua ini mengangkat topik Membangun Ekosistem Perfilman di Sulawesi Utara.

Acara ini dihadiri langsung oleh Sekertaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Drs. Fitra Arda, M.Hum, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Drs. Dolfi Kuron MBA, M.th, Ketua Pukkat Dr. Denny Pinintoan, M.Teol, Pembina Pukkat Pdt. Ruth Keziah Wangkai, M.th, Pegiat sekaligus Filmmaker Veldy Umbas, Kalfein Wiusan, M.Pd, dan Rikson Karundeng, M.Teol, serta Tim dari Setditjenbud Kemendikbudristek bersama Tim dari BPK Wil.XVII Sulutgo.

Sebelumnya, Ketua Pukkat, Dr. Denni Pinontoan M.Teol mengatakan kegiatan seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Road show yang acara puncaknya akan dilaksanakan pada akhir bulan April ini di Benteng Moraya, Tondano.

Denni Pinontoan mengatakan, sebelumnya juga telah menggelar rangkaian kegiatan Festival Film Wanua di 6 titik di beberapa daerah di Minahasa, yang dilakukan dengan sosialisasi hingga pendataan sineas, komunitas film dan karyanya, serta pemutaran film dan diskusi.

Dalam acara seminar itu, Sekertaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Drs. Fitra Arda, M.Hum memberi apresiasi kepada Pukkat dan komunitas jejaringnya yang berupaya mensukseskan Festival Film Wanua ini. Menurutnya, Film adalah salasatu media yang sangat kuat dalam rangka mengedukansi dan banyak hal tentang kemajuan kebudayaan.

Fitra Arda mengatakan, tujuan dari seminar ini juga adalah bagaimana membuat ruang pertemuan-pertemuan masyarakat maupun pemerintah, untuk berdiskusi dan berbincang bagaimana memajukan berbagai hal kaitan dengan ekosistem itu.

“Kalau film ekosistemnya apa, ceritanya apa dulu kita bangun, setelah itu bagaimana cara membangunnya, mengatur filemnya, sutradara itu, rangkaian itu kita buat melalui ekosistem itu, dan semuanya itu bergantung juga pada ceritanya,” ujar Arda.

Ia menilai, yang masih kurang dari kita adalah narasinya, sehingga ia mengharapkan agar para sineas untuk lebih mematangkan cerita filmnya agar dapat digambarkan secara visual melalui karya film itu. Namun ia mengatakan sangat mendukung penuh pengembangan ekosistem perfilman di Sulawesi Utara ini.

“Sekarang ini ada program yang kami buat yaitu rumah indonesiana, rumah indonesianya itu membuat bibit-bibit talenta-talenta muda yang mengisi konten-konten tradisi kelokalan. Nah ini yang ingin kita samakan, muda-mudahan disini kita bisa bangun kedepan, tentu melalui teman-teman komunitas kita berharap menjembatani itu,” ungkap Arda sambil mengatakan akan memberi dukungan melalui program Dana Indonesia, dan siap mendukung produksinya.

“Kami berharap diskusi ini dan ruang terbuka ini bole terus berlanjut, karena dari diskusi itulah dapat menghidupkan hal-hal baru yang sangat kreatif,” kuncinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Parisiwata Kabupaten Minahasa Dolfi Kuron juga turut memberi apresiasi kepada Pukkat. Menurutnya kegiatan ini nantinya akan sangat berdampak pada generasi muda unuk memunculkan kreatifitas khususnya di bidang perfilmman.

“Apa yang saya saksikan di seminar ini ternyata kita juga di Sulawesi Utara tidak kalah potensi. Banyak potensi-potensi yang ada di pusat sana, para sutradaranya asal sulut, namun di sini ternyata para junior-juniornya juga sangat luar biasa. Saya menyaksikan langsung. Ini akan berdampak nanti kedepan,” ucapnya.

Ia mengatakan melalui perfilman, kita dapat memperkenalkan serta menjaga kebudayaan kita.

“Sekali lagi saya memberi apresiasi dan dukungan penuh. Karena ini terkait dengan budaya, jangan sampai dengan perkembangan global pada saat ini kemudian generasi muda kita mulai lupa dan melupakan terhadap budaya. Karena ini nantinya akan berdampak pada masa depan kita. Jangan sampai kita sendiri melupakan budaya daerah kita dan justru terkontaminasi dengan budaya-budaya milik orang lain,” pugkasnya.

Sementara Veldy Umbas sebagai narasumber yang juga merupakan Filmmaker Sulawesi Utara mendapat piagam penghargaan yang diberikan langsung oleh Sekertaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Fitra Arda.

Hadir dalam kegiatan, para sineas-sineas muda, para komunitas film, dan pelaku seni perfilman di Sulawesi Utara. (Jud)