Saron Ziarah ke Makam Pahlawan Asal Minsel Yang Terlupakan

Minsel, suluthebat.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) Sandra Rondonuwu S,Th Sh berziarah di makam Dr. Roland Tumbelaka yang adalah salah satu pahlawan berasal dari Minahasa Selatan (Minsel) yang berada di Kelurahan Bitung, kecamatan Amurang, Jumat (10/11/2023).
Dalam ziarah tersebut, wakil rakyat yang akrab disapa SaRon itu mengatakan, dalam momen ini sudah jelas bahwa ketika kita memperingati hari pahlawan ternyata ada juga Nama-nama dari Sulawesi Utara khususya Minahasa Selatan yang diakui kita semua sebagai pahlawan oleh karena mereka telah mendedikasikan diri untuk bangsa dan negara kita, meskipun mereka belum diberikan gelar pahlawan nasional bagi pemerintah, namun catatan sejarah yang mereka lalui perlu kita sadari bahwa mereka merupakan salah satu pahlawan yang berjasa di negeri ini.
“Hari ini kita bisa melihat ada yang bernama Roland Tumbelaka berasal dari Minahasa Selatan yang mempunyai catatan sejarah yang sangat luar biasa, tidak hanya mendedikasikan diri bagi negara tapi juga terlibat dalam mendirikan gereja-gereja yang berada di minahasa. Tentu kita semua bersyukur bahwa ada orang-orang hebat yang telah berjuang dan kemudian kita semua saat ini bisa menikmati hasil dari perjuangan mereka,” kata Saron.
Lebih lanjut diungkapkannya, begitu banyak pahlawan yang memiliki catatan sejarah yang tidak terlupakan dalam mendirikan bangsa ini, namun kita juga tidak boleh melupakan di Minahasa Selatan kita memiliki orang-orang yang telah memberikan peran besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Sementara itu Sejarawan Sulawesi Utara (Sulut) Bodewyn Talumewo yang turut mendampingi Anggota Dewan Sandra Rondonuwu saat berziarah di makam Roland Tumbelaka mengatakan, peringatan Hari Pahlawan harus menjadi momentum menumbuhkan sekaligus meningkatkan semangat bagi generasi muda. Hal itu sekaligus dapat melahirkan pahlawan-pahlawan muda yang berjiwa nasionalis.
“Saya berharap saat ini kita bisa melahirkan pahlawan-pahlawan muda, juga peran generasi muda sangat penting dalam menghargai dan berupaya mengangkat kembali para pelaku sejarah yang terlupakan, karena jasa yang mereka berikan untuk bangsa ini begitu besar karena apa yang kita nikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan mereka di masa lalu,” pungkas Talumewo.
Dalam catatan sejarah, Roland Tumbelaka lahir di Buyungon Amurang pada 7 Juli 1880 mengawali kariernya sebagai dokter dan terlibat dalam pendirian organisasi gereja kristen di belanda, pendiri organisasi partai Persatuan Minahasa bersama Sam Ratulangi pada tahun 1927, kemudian dia menjadi pendiri gereja KGPM, serta menjadi pendiri GMIM dalam kapasitas sebagai anggota majelis sinode gereja protestan hindia belanda (indische kerk). (Pro)
