Mei 31, 2026

Saat Bertemu Wagub Steven, Ketum Asosiasi FKUB Indonesia Kagumi Kerukunan Umat Beragama di Sulut

Manado, suluthebat.com-Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ratu Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, menganggumi kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara.

Kekagumannya terhadap kerukunan antar umat beragama di Bumi Nyiur Melambai disampaikannya saat bertemu dengan Wakil Gubernur Steven Kandoiw, di Rumah Dinas Wagub, Kamis (16/3/2023) malam.

“Dan untuk Sulawesi Utara tetap menjaga merawat kerukunan, Sulawesi Utara  agar tetap rukun,” Ratu Ida.

Moderasi umat beragama, kata Ratu Ida, harus terus hidup di Indonesia karena ini sesuai dengan amanat perjanjian bangsa Indonesia. 

Moderasi beragama, lanjutnya, merupakan penghormatan kepada kearifan-kearifan lokal dan tradisi budaya setempat.

Dikatakan, sangat penting untuk mempertahankan karakter suku bangsa dan membinanya dalam bingkai kerukunan. 

“Oleh karena itu supaya tetap aman, Papua kita pelihara sebagai Papua, Ambon sebagai Ambon, Sulawesi Utara sebagaiSulawesi Utara, Minahasa sebagai Minahasa, Bali sebagai Bali, Jawa sebagai Jawa, Aceh sebagai Aceh, Padang sebagai Padang, itu intinya. Jadi supaya dijaga dipelihara satu kerukunan,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub Steven Kandouw mangapresiasi Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia.

Kepada Ratu Ida, Wagub Steven tegaskan komitmen Gubernur Olly Dondokambey dan dirinya serta segenap warga Sulut untuk menjaga kerukunan, toleransi dan keragaman yang ada di Sulut dengan saling menghargai dan menghormati antara sesama manusia dan kepercayaan masing-masing.

“Selain itu budaya dan kearifan lokal tetap dijaga dan dilestarikan sebagai kebanggaan daerah yang menjadi bagian-bagian penting penopang kesatuan NKRI,” tandas Wagub Steven.

Sebelum bertemu dengan Wagub Steven, Rau Ida memberikan penghargaan Harmony Award kepada Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil wali Kota Manado Richard Sualang  di Aula Serbaguna Pemkot Manado, Kamis (16/3/2023) pagi.

Penghargaan itu, kata Ratu Ida, diberikan karena Andrei Angouw dan Richar Sualang sangat kreatif dan inovatif dalam memelihara kerukunan di Kota Manado.

“Di gedung yang megah ini, hari ini dengan bahagia kami berikan Harmony Award ini,” ujar Ratu Ida.

Usai menerima penghargaan itu, Andrei menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh FKUB Indonesia.

Menurutnya, kerukunan antar umat beragama yang terjaga dengan baik selama ini tidak akan tercipta tanpa masyarakat dan stakeholder Kota Manado.

“Oleh karena itu, penghargaan ini aka saya teruskan kepada masyarakat Kota Manado,” tuturnya.

Ia berharap kerukunan di Kota Manado dapat menjaga nilai-nilai Pancasila dan menempatkan Indonesia diatas segalah-galahnya.

“Bukan pribadi sendiri, bukan agama kita, suku kita dan lainnya sebagainya tapi untuk Indonesia,” ucapnya.

“Jika kita ingin bersatu belajarlah untuk bagaimana menempatkan Indonesia diatas segala-galanya,” tambahnya.

Dikatakan, kerukunan akan tercipta kalau ada komunikasi yang baik antar sesama umat beragama.

Pada kesempatan tersebut, para tokoh agama ikut membacakan Deklarasi Damai bersama Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Sekjen FKUB, Ketua FKUB Sulut Pdt. Lucky Rumopa, Ketua BKSAUA Sulut dan Ketua FKUB Kota Manado. (*)