Mei 13, 2026

(Foto/Ist)

Minsel, suluthebat.id – Tanaman nilam, dahulu dianggap sebagai tanaman liar di pedesaan, kini telah menjadi primadona bagi para petani. Hal itu dikarenakan  kualitasnya yang unggul dan permintaan yang terus meningkat, tanaman ini menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi banyak petani di seluruh negeri, tidak terkecuali petani yang berada di wilayah Kecamatan Tompaso Baru dan Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Sebagai tanaman yang dulunya sering diabaikan, nilam telah membuktikan potensinya dalam mengubah perekonomian petani. Dengan permintaan yang terus meningkat, petani-petani mulai mengalihkan lahan mereka untuk menanam nilam.

Melky seorang petani Desa Tumani, dulunya menggantungkan hidup dari tanaman jagung dan padi seperti kebanyakan petani di daerahnya. Namun, setelah beberapa tahun mengalami kesulitan dalam mendapatkan hasil yang memadai, Ia mulai mencari alternatif yang lebih menguntungkan.

“Jadi, alasan utama yang mendorong saya untuk beralih menanam nilam adalah potensi penghasilan yang lebih tinggi,” ungkapnya kepada wartawan media ini, Rabu (12/06/2024).

Setelah melakukan riset dan berkonsultasi dengan para ahli pertanian, Melky menyadari bahwa tanaman nilam memiliki permintaan yang stabil dan harga jual yang menguntungkan.

Selain itu, keberlanjutan lingkungan juga menjadi pertimbangan penting baginya, karena tanaman nilam dikenal lebih ramah lingkungan karena tidak memerlukan penggunaan pestisida dan herbisida yang berlebihan.

Salah satu kunci keberhasilan tanaman nilam adalah kualitasnya yang unggul. Minyak nilam yang dihasilkan memiliki aroma yang khas dan berkualitas tinggi, membuatnya diminati di pasar lokal maupun internasional. Hal ini menjadikan harga jualnya relatif stabil dan menguntungkan bagi para petani. (Pro)