Juni 28, 2026

Media Gathering KPU Sulut, Ferry Liando Paparkan Urgensitas Data Pemilih

Picsart_24-07-11_15-27-18-765

Manado, Suluthebat.id – Ferry Daud Liando menjadi pembicara dalam Media Gathering yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di warung kopi K8, Rabu (10/7/2024).

Dalam giat yang mengusung tema Mewujudkan Sukses Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Data Pemilih Berkualitas dalam Pilkada 2024 tersebut, Ferry menjelaskan tentang urgensitas data pemilih.

Dekan FISIP Unsrat itu menjelaskan, ada beberapa indikator dalam mengukur kualitas suatu Pilkada.

“Pertama proses, apakah berjalan dengan baik, kedua hasilnya apakah pemimpin yang kita pilih itu sesuai harapan atau tidak, dan ketiga benefitnya,” papar Liando.

Ferry berpendapat, data pemilih sangat berkaitan dengan persiapan logistik dalam penyelenggaraan Pilkada dan yang terpenting adalah berkaitan dengan kebutuhan hak politik warga negara.

Sehingga lanjut Ferry, dalam mempersiapkan data pemilih, bukan hanya sekedar melengkapi, tetapi harus juga mutakhir.

Ferry menjelaskan, dalam penyelenggaraan pemilu harus benar-benar memperhatikan dan mengawasi terkait data pemilih dikarenakan tiga hal.

“Yang pertama ini berkaitan dengan hak-hak politik warga negara. Pemilu itu sering disebut sarana kedaulatan rakyat, oleh karena itu daftar pemilih berkaitan dengan kedaulatan.” Tukasnya.

Ketika banyak warga negara yang tidak tercatat dalam daftar pemilih lanjut Ferry, akan berpotensi menyebabkan warga negara yang memenuhi syarat tidak dapat menyatakan hak pilihnya.

“Karena memang kalau tidak tercatat kan itu berkaitan dengan logistik, ketercukupan logistik, oleh karena itu harus diperhatikan bersama, karena ini menyangkut kedaulatan warga negara, kewajiban untuk memastikan semua warga negara yang berhak memilih itu tercatat dalam daftar pemilih,” tandasnya.

Lebih lanjut Ferry mengungkapkan, pentingnya mengawasi data pemilih dikarenakan daftar pemilih sangat berkaitan dengan legitimasi.

“Semakin banyak pemilih yang berpartisipasi semakin legitimasi pilkada itu. Bagaimana partisipasi masyarakat, pasti berangkat dari daftar pemilih. Daftar pemilih bukan sekedar kita mencatatkan nama, tapi juga mengingatkan semua warga negara untuk menggunakan hak pilihnya.” Tambahnya.

Sehingga, lanjutnya, pentingnya KPU menggedor tingkat partisipasi warga masyarakat karena daftar pemilih sangat berkaitan dengan legitimasi.

“Bukan soal keberhasilan KPU, semakin tinggi partisipasi masyarakat itu berdampak pada legitimasi,” tegasnya.

Selanjutnya sambung Ferry, mengawasi daftar pemilih adalah untuk mencegah politisasi.

“Salah satu objek yang sering disengketakan di MK itu daftar pemilih, makanya saya katakan daftar pemilih itu sangat rawan dipolitisasi.

Pakar Pemilu asal desa Malola Kabupaten Minahas Selatan itu pun menghimbau, agar dalam menata daftar pemilih dilakukan dengan gotong royong dari berbagai pihak, termasuk Bawaslu dalam hal pengawasan.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Sulut Kenly Poluan, Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewo, Ketua DKPP RI Muhammad Tio Aliyansha, serta Anggota KPU Sulut Lanny Ointu dan Salman Saelangi. (Vil)