Komisi IV DPRD Sulut Bahas Kendala Dapodik dan Sertifikasi Guru Bersama Dinas Pendidikan

Suluthebat.id – Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut di Ruang Rapat Komisi IV, Senin (19/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas dinamika tenaga administrasi sekolah yang dialihfungsikan menjadi guru pengajar serta dampaknya terhadap Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan proses sertifikasi.
Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Vonny J. Paat, menyoroti fenomena tenaga administrasi yang memiliki latar belakang keahlian spesifik—seperti bidang matematika—namun harus kembali mengajar akibat kebutuhan tenaga pendidik di sekolah.
“Bagaimana dengan mereka yang memiliki keahlian, misalnya bidang matematika, kemudian mendaftarkan diri sebagai tenaga administrasi. Namun, ketika sekolah membutuhkan tenaga pendidik matematika mereka ikut mengajar. Bagaimana kondisi seperti ini?” ujar Vonny.
Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Yahja P. Rondonuwu, menjelaskan bahwa perubahan alih tugas dari tenaga administrasi ke guru pengajar kerap memicu kendala administratif pada sistem Dapodik dan pengurusan sertifikasi guru.
“Terkait guru yang mendaftar menjadi tenaga administrasi, kemudian kembali mengajar karena dibutuhkan oleh sekolah, itu nantinya memiliki dampak terhadap Dapodik dan sertifikasi,” jelas Yahya.
Menurut Yahya, kendala utama muncul saat guru bersangkutan mengajukan sertifikasi. Status awal yang terdaftar sebagai tenaga administrasi membuat data historis mereka tidak memenuhi kelayakan syarat kelengkapan sertifikasi pendidik.
“Kendalanya pada saat sertifikasi, karena tidak akan terdaftar, serta tidak tercukupi data sertifikasi yang dahulunya menjadi tenaga administrasi. Itu kendala di lapangan,” pungkasnya.
RDP tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Louis Carl Schramm, Sekretaris Komisi IV Pricilia Cindy Wurangian, serta anggota Komisi IV yakni Muslimah Monggilong, Vionita Kuera, dan Irene Golda Pinontoan bersama jajaran pejabat Dinas Pendidikan Daerah Sulut.
