Juni 28, 2026

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulut Dukung Kegiatan Gerakan Tanam A’kel

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulut Dukung Kegiatan Gerakan Tanam A’kel

Minsel, Suluthebat.com – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Sandra Rondonuwu, menghadiri kegiatan Pencanangan Gerakan Tanam A’kel (GERTAK) yang diadakan oleh Yayasan Tiffar, Senin (14/08/2023).

Giat yang digelar oleh para pemerhati-pemerhati tanaman A’kel atau yang lebih dikenal masyarakat Minahasa dengan sebutan tanaman Seho itu, berlangsung di Desa Malola Kecamatan Kumelembuai, Minahasa Selatan.

Kegiatan yang diprakarsai oleh mantan Kepala Dinas BPBD Sulut Noldy Liow bersama Ketua Yayasan Tiffar Veldy Umbas itu, bertujuan untuk mengembangkan sekaligus mensosialisasikan berbagai potensi dari tanaman yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan budaya masyarakat Sulawesi Utara turun-temurun itu.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembagian 3.000 bibit A’kel gratis secara simbolis bagi masyarakat.

Sandra Rondonuwu yang merupakan Anggota DPRD Sulut dapil Minsel – Mitra mendukung penuh kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya ia mengatakan, gerakan penamanan A’kel ini adalah menyangkut warisan kebaikan bagi generasi selanjutnya.

“Ini adalah hal yang berguna bagi anak cucu kita. Hari ini mencatat kita semua yang peduli untuk gerakan penanaman A’kel, Kedepan anak cucu kita akan mengatakan torang pe oma opa ternyata peduli pa torang, dan torang lestarikan tanah ini, maka torang hidup di tanah yang diberkati”, ucap wanita yang sering disapa SaRon itu.

Lanjut SaRon, ia mengingatkan bahwa tanah Sulawesi Utara merupakan Anugerah dari Tuhan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Karena kalo torang nyanda manfaatkan, maka torang sendiri akan menjadi pengemis di tanah sendiri”, tandasnya.

SaRon menyebut, Gerakan Tanam A’kel ini harus dibawa terus, mengingat tanaman A’kel merupakan tanaman yang multifungsi, baik dalam menjaga ketahanan iklim sampai dengan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Memang orang bicara tentang pohon a’kel atau pohon seho, langsung dikaitkan dengan minuman keras atau cap tikus yang selalu dijadikan alasan sebagai biang kerok dari berbagai kriminal yang terjadi”, ujarnya.

Padahal sambung SaRon, banyak kasus saat ini, dimana anak-anak muda di kota Manado yang didapati dalam keadaan mabuk karena mengkonsumsi lem ehabon dan komix, bukan cap tikus.

“Artinya kami dan para petani cap tikus merasa tidak adil kalau kemudian cap tikus dijadikan biang kerok. Bukan berarti kami setuju dengan kemabukan, tidak”, tegas srikandi PDIP itu.

Tapi bagaimana kemudian, lanjut SaRon, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat mencari solusi akan hal ini.

“Kenapa misalnya dari israel kita bisa bawa ole-ole anggur, atau dari mana, yang kita bawa ole-ole minuman beralkohol yang sudah dikemas begitu cantik, lalu sementara yang ada pada kita ini potensi luar biasa yang bisa kita ramu bagaimana”, ucap SaRon.

Tak sampai disitu, SaRon menambahkan bahwa masih banyak potensi-potensi dari tanaman A’kel yang harus bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Contohnya penggunaan alkohol juga, itu yang dibutuhkan di rumah-rumah sakit begitu banyak”, sambungnya.

SaRon berharap, ini bisa menjadi perhatian dari pemerintah untuk bisa mencari solusi yang kemudian bisa menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat.

Legislator Partai berlambang banteng moncong putih itu menyebut, saat menerima kedatangan GERTAK di kantor DPRD Sulut, dirinya langsung memanggil mitra kerja DPRD Sulut dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutananan untuk membahas potensi besar dari tanaman A’kel.

“Ternyata pohon seho ini adalah tanaman yang luar biasa, yang harus kita kembangkan”, lugasnya.

Oleh karena itu, SaRon mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kegiatan tersebut dan turut serta dalam pengembangan dan pelestarian tanaman A’kel. (Vil)