Tiga Srikandi DPRD Sulut Dapil BMR Manfaatkan Masa Reses Dengan Sejumlah Kegiatan

Suluthebat.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan kegiatan Reses kedua Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026, terhitung sejak tanggal 1 hingga 4 Agustus 2026.
Termasuk sejumlah anggota DPRD Sulut dari dapil Bolaang Mongondow Raya, menggelar giat reses dengan berbagai kegiatan variatif.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dhea Eucharisty Lumenta, SE, menghadirkan terobosan baru dalam pelaksanaan Reses kali ini dengan memadukan penyerapan aspirasi masyarakat dan pelayanan kesehatan gratis di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (3/8/2026).
Langkah ini menjadi catatan penting karena Dhea dikenal sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara pertama dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang menggabungkan agenda reses dengan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Pemilihan Desa Totabuan sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Desa tersebut merupakan salah satu wilayah yang masuk kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sehingga masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam aspek pelayanan dasar, termasuk kesehatan.
Sejak pagi, warga tampak antusias memanfaatkan layanan yang disediakan. Puluhan masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan, berkonsultasi langsung dengan tenaga medis, sekaligus memperoleh penjelasan mengenai hak-hak mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Di sela-sela pelayanan kesehatan, Dhea juga membuka ruang dialog bersama masyarakat. Berbagai aspirasi disampaikan secara terbuka, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, peningkatan akses layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga kebutuhan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Menurut Dhea, reses merupakan amanat konstitusi yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendengar kebutuhan masyarakat. Namun, ia menilai kegiatan tersebut juga perlu memberikan dampak langsung agar kehadiran wakil rakyat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Saya ingin reses tidak hanya menjadi forum mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Karena itu kami berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan agar masyarakat bisa memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus mendapatkan informasi mengenai layanan kesehatan yang menjadi hak mereka,” ujar Dhea.

Ditempat lain, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi NasDem, Seska Ervina Budiman, S.Sos., melaksanakan kegiatan Reses di Kantor Desa Tombongon, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Minggu, yang dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, kelompok tani, pelaku UMKM, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat setempat.
Seska Ervina Budiman menegaskan bahwa reses merupakan sarana penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus memastikan setiap aspirasi dapat diperjuangkan melalui mekanisme yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Berbagai aspirasi strategis yang disampaikan masyarakat antara lain permohonan dukungan pengurusan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), pembangunan pagar SMK Tombongon, bantuan bagi pelaku UMKM, pemeliharaan jalan Trans Provinsi di wilayah Kecamatan Modayag yang dinilai rawan kecelakaan, pemasangan lampu penerangan jalan di Desa Moyag dan Desa Tombongon, normalisasi sungai di Desa Moyag, bantuan Rumah Layak Huni di Desa Kotabangon, serta dukungan pemasaran produk unggulan berupa gula semut dan kerajinan anyaman eceng gondok.
Menurut Seska, seluruh aspirasi tersebut akan dihimpun sebagai bahan pokok pikiran DPRD dan diperjuangkan melalui pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku.

“Aspirasi masyarakat merupakan amanah yang harus kami perjuangkan. Setiap masukan yang disampaikan hari ini akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui fungsi penganggaran, pengawasan, dan legislasi DPRD Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Seska.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulut dari fraksi Demokrat, Angelia Wenas memanfaatkan masa reses kali ini dengan turun langsung menemui warga masyarakat di Banjar Banua Karta, Desa Mopugad, Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (04/08/2026).

Pertemuan tatap muka tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Warga adat setempat memanfaatkan momentum ini untuk mengutarakan berbagai kebutuhan riil di desa, mulai dari infrastruktur penunjang pertanian hingga fasilitas sosial keagamaan yang selama ini sangat dirindukan oleh masyarakat.
Mendengar langsung salah satu pergumulan mendesak terkait fasilitas pemulasaraan, Angelia Wenas memberikan respons cepat dengan menyalurkan bantuan pribadi berupa satu unit freezer pendingin jenazah. Fasilitas ini diserahkan khusus untuk pemenuhan keperluan sosial dan keagamaan umat Hindu yang berada di Banjar Banua Karta.

Bagi umat Hindu setempat, keberadaan sarana pengawet jenazah ini memiliki nilai kemanfaatan yang sangat besar. Dalam rangkaian tradisi kedukaan dan adat Hindu, pelaksanaan upacara pemulasaraan hingga prosesi kremasi (Ngaben) memerlukan persiapan matang dan penentuan hari baik berdasarkan kalender adat. Proses tersebut sering kali memakan waktu beberapa hari, sehingga keberadaan alat pendingin menjadi kebutuhan krusial bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Sebagai wakil rakyat, tugas kami tidak hanya membawa suara masyarakat ke dalam ruang sidang parlemen, tetapi juga hadir memberikan solusi konkret secara langsung di tengah kesulitan mereka. Semoga bantuan personal ini bisa meringankan beban keluarga yang berduka serta membantu kelancaran prosesi adat umat Hindu di Desa Mopugad,” ungkap Wenas.
(Adv)
