KBM UNIMA Gelar Aksi Demo, Wowor Tuntut Rektorat Usut dan Hilangkan Pungli
TONDANO, Suluthebat.com – Maraknya praktek pungli di Universitas Negeri Manado (Unima), membuat para mahasiswa turun jalan menggelar aksi demo, aksi mahasiswa tersebut dilakukan dengan menyambangi Kantor Pusat Unima, Senin (14/06/2021).
Dalam aksi tersebut para mahasiswa menuntuk pihak Rektorat, baik Rektor dan Para Pembantu Rektor untuk turun mendengarkan keluh kesah dan memberikan solusi nyata.
“Dengan melihat situasi dan kondisi saat ini dimana belum berakhirnya Pandemi Covid-19, tak menyurutkan hati dan Hasrat kami sebagai Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Negeri Manado, untuk datang menyuarakan berbagai aspirasi yang begitu menyiksa. Saat ini, kami menyuarakan dan memberikan tuntutan, serta mempertanyakan soal masalah yang terjadi di kampus kita tercinta ini,” terang Koodinator Lapangan, Christian Arjen Wowor.
Wowor menuturkan, terkait dengan transparansi anggaran Kemahasiswaan dan Transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Kami memohon penjelasan serta solusi keringanan kepada pihak Rektorat terkait pembayaran uang kuliah semester ganjil tahun 2021 ini. Bahkan juga menuntut agar dapat menghentikan berbagai Pungli yang ada di UNIMA,” paparnya.
Sambil memegang Toa, Ia memohon kepada pihak Rektorat agar dapat mengeluarkan kebijakan perpanjangan pengurusan studi akhir bagi para mahasiswa angkatan 2014.
Mengingat lanjut Wowor, situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 telah membuat berbagai aspek kehidupan baik ekonomi, khususnya aktifitas pendidikan terbengkalai. “Sekiranya pihak rektorat dapat mengkaji Kembali permohonan kami, serta mencari solusi terkait setiap permasalahan yang ada,” ucapnya, disaksikan Rektor yang langsung turun menerima aksi para mahasiswa.
Aksi demo yang dilakukan KBM UNIMA sejak Pukul 10:00 Wita, baru dilayani Rektor Prof. Deitje Adolfin Katuuk MPd, bersama para Pembantu Rektor dan Dekan pada Pukul 12:30 Wita.
Terkait transparansi UKT itu, saya kira sangat jelas, karena sudah diatur sesuai peraturan yang berlaku. Menyangkut Pungli yang dilaporkan mahasiswa, saya berjanji akan menelusuri tentu diikuti dengan bukti-bukti akurat,” tutur Katuuk kepada puluhan mahasiswa yang mengikuti aksi.
Kedua tuntutan mahasiswa ini, lanjut Katuuk, terkait UKT dan Pungli, jika kedapatan ada oknum yang melakukan tindakan-tindakan tersebut, saya akan menindak tegas. “Baik pegawai biasa mupun para pimpinan tersebut dengan sanksi mem-Plt kan mereka,” tegas Rektor seraya berjanji akan mengeluarkan surat edaran Pungli di lingkup Unima.
Hasil penyampaian Rektor Deitje Adolfin Katuuk diapresiasi mahasiswa, karena pihak Rektorat merespon baik tuntutan-tuntutan mereka.
Usai Rektor memberikan jawaban, aspirasi mahasiswa yang disampaikan Korlap Christian Arjen Wowor pun ditutup dengan harapan pihak Rektorat dapat menepati janji. “Jikat idak, kita akan mengerahkan masa yang lebih banyak dari sekarang, untuk tetap menuntut hal yang sama,” tutup Wowor.
(BIP)
