Jadi Pintu Gerbang di Asia, Gubernur Olly Siapkan 5 Kluster Pembangunan di Sulut

Manado, suluthebat.com –Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menegaskan sebagai pintu gerbang Indonesia di Asia, pihaknya menyiapkan 5 kluster pembangunan di Provinsi Sulut untuk jangka panjang.
Menurutnya, 5 kluster pembangunan di masa depan ini sesuai dengan potensi dari daerah masing-masing.
Rencana Gubernur Olly membangunan 5 kluster wilayah ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah atau Bappeda Provinsi Sulut Jenny Karouw di Manado, Senin (10/10/2022) hari ini.
Jenny mengungkapkan kelima kluster itu yakni pertama kluster super hub Bitung. Di kota ini direncanakan akan dibangun Internasional Hub Port dan jembatan Bitung-Pulau Lembeh.
Kedua, kluster Cepat Tumbuh Bimindo. Kluster ini termasuk dalam wilayah Bitung, Minahasa Utara, dan Manado (Bimindo)
Jenny menambahkan, kluster Bimindo ini sudah masuk dalam Tata Ruang Nasional dan RPJMN.
“Fokusnya Lbih banyak ke pengembangan jasa, baik jasa pemerintahan dan pelayanan, konsentrasi perdagangan. Manado Kota Jasa, Minut, Tomohon dan Minahasa menjadi Kawasan Strategis Nasional Pengembangan Pariwisata,” jelas Jenny.
Ketiga, kluster Minahasa Raya. Kluster ini akan fokus pada komoditi pertanian dan perkebunan.
Keempat, kluster Bolaang Mongondow Raya (Bolmong Raya). Kluster ini, jelas Jenny, akan ditopang oleh keberadaan Kawasan Industri Bolaang Mongondow.
Selain itu, lanjutnya, juga akan dikembangkan Peternakan Sapi Potong. Dijelaskan, peternakan sapi potong ini adalah kerja sama pemerintah pusat Kementan, Bappenas, Universitas Sam Ratulangi, Pemprov Sulut dan Australia.
Kelima, kluster Kepulauan. Dijelaskan, kepulauan adalah daerah pesisir dan wilayah perbatasan. Potensinya ada perikanan, kelautan dan perkebunan.
Menurut Jenny, yang dimaksudkan perkebunan adalah pengembangan komoditas tanaman Pala. Di Siau, lanjutnya, hasil Palanya grade A, paling berkualitas di dunia.
Ditambahkan Jenny, 60 persen eskpor Indonesia ke pasar dunia itu dipenuhi Pala dari Pulau Siau. Pusat pengembangan Pala, lanjutnya, ada di Sitaro.
Sementara di perbatasan tetap dengan perikanan yang kaya sumber daya kelautan termasuk pariwisata.(*)
