Mei 31, 2026

Minut, suluthebat.com- Upacara Adat Tulude, digelar di Desa Kaweruan Kecamatan Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), mengusung tema “Na Sembau  U Ghighile Sendinganeng Su Koko Ruata
(Bersatu dalam sukacita bersama dakam dekapan Tuhan)”, bertempat di Kantor Bumdes Kaweruan. Sabtu (4/2/2023).

Sebelum ibadah bersama, acara diawali dengan arak-arakan kue tamo yang akan di bawa ke bangsal sebagai simbol keberkatan Tuhan dalam kehidupan.

Kue adat Tamo adalah makanan khas adat Sangihe – Sitaro – Talaud sebagai lambang kebersamaan persaudaraan yang rukun dan damai. Kue adat Tamo yang terbuat dari beras ketan pilihan serta dihias dengan berbagai hasil pertanian masyarakat setempat. Sejak dahulu sampai kini, menjadi simbol masyarakat Nusa Utara untuk tunduk dan patuh kepada Pemerintah sebagai wakil Allah di dunia.

Usai ibadah syukur dilanjutkan dengan Upacara Adat Tulude dipimpin oleh tokoh adat, disebut juga Mayore Labo yakni Forgam Lumele yang juga sebagai pemotong kue adat Tamo dengan prosesi upacara adat  menggunakan bahasa daerah khas suku Sangihe pada ucapan dan doanya serta pemotongan kue Adat Tamo.

Dalam sambutan Bupati dan Wabup Minut yang wakili Camat Likupang Selatan David Talumantak menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung memberikan apresiasi salut dan bangga atas inisiasi kegiatan ini dan selamat menggelar acara adat dan budaya Tulude.

Acara Tulude adalah bukti ucapan syukur Pemerintah Desa serta masyarakat desa Kaweruan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kasih dan sehingga bisa masuk di tahun 2023 ini dengan baik dan sukacita. Tulude yang selalu digelar di awal tahun merupakan nilai-nilai Luhur yang masih tetap dan dilestarikan dan memiliki nilai budaya yang masih kental tidak tergores dampak modernisasi dan globalisasi yang menggempur kebudayaan nasional.

“Pesta adat Tulude merupakan salah satu bentuk kearifan lokal di bidang budaya didefinisikan sebagai kekayaan budaya lokal yang mengandung pandangan hidup dan bisa membuka pandangan dan dijadikan sebagai identitas yang menjadi wadah pemersatu bagi segenap warga Nusa Utara,”ucap Talumantak.

Dalam membangun desa, lanjut dikatakan Camat Liksel, diingatkan terus tentang manajemen pengelolaan keuangan Desa, agar dilakukan secara transparan akuntabel bertanggungjawab dengan mengedepankan asas dan prinsip kejujuran. Serta memperhatikan sumber daya manusia yang ada di desa. Karena pada dasarnya manusialah yang menjadi pelaku dan penentu dalam pembangunan. Kembangkanlah setiap potensi yang ada untuk kemajuan desa
secara adil dan merata kerjakan sesuai dengan perencanaan sesuai dengan anggaran waktu dan untuk kemajuan masyarakat secara keseluruhan.

“Momentum ini merupakan pemacu dan pendorong kemajuan warga desa serta bisa mempererat kebersamaan persatuan dan kekuatan dalam menjaga keutuhan menjadi Desa diberkati Desa teladan. Berharap, pemerintah dan masyarakat tetap menjaga solidaritas Solidaritas.” ujarnya.

Ditambahkan anggota DPRD Minut Edwin Nelwan mengatakan, pesta adat  Tulude adalah budaya masyarakat Nusa Utara yang bukan hanya dirayakan di Sulawesi Utara tetapi bahkan sampai ke Jakarta. Acara adat seperti ini untuk menanamkan nilai-nilai religius yang baik, yang berkenan kepada Tuhan.

“Selamat bersyukur untuk tahun yang sudah kita lewati dengan baik dan masih sehat-sehat sampai saat ini, dan selamat menapaki tahun baru dengan harapan yang baru.” ucap Nelwan.

Sementara Hukum Tua Desa Kaweruan Alfry T. Natan mengungkapkan, Puji Syukur kepada Tuhan karena Desa Kaweruan boleh merayakan pesta adat yang sudah ke 8 kalinya dan sekaligus dengan ulang tahun rukun Nusa Utara yang ke-7 tahun.

Perlu diketahui, bahwa warga di desa Kaweruan kurang lebih 50 kepala keluarga adalah keluarga besar Nusa Utara walaupun ada campuran suku Minahasa. Pesta adat budaya Tulude ini merupakan bagian dari leluhur  akan terus dikembangkan oleh kita turun temurun ke masyarakat. Apalagi kita disini ada rukun Nusa Utara.”

“Perayaan momentum ini adalah mengucap syukur atas kasih dan kebaikan Tuhan di Tahun 2022, kita semua telah melewatinya sehingga diberikan kesempatan terlebih napas hidup yang baru di tahun 2023 ini.” ungkapnya.

Kumtua juga menyampaikan untuk kegiatan-kegiatan rencana pembangunan di tahun 2023 ini, ada perencanaan kegiatan yang harus dilaksanakan bersama di bidang anggaran dana desa termasuk didalamnya yang harus di registrasi melalui kegiatan anggaran dana desa itu adalah penanggulangan kemiskinan melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ada minimal 10% dan maksimal 20% kurang lebih Rp90 juta dengan bentuk BLT  kepada masyarakat yang miskin ekstim. Kemudian penanggulangan atau peningkatan di bidang pendidikan untuk PAUD dan TK, peningkatan kesehatan lansia, ibu hamil dan ibu menyusui.

“Melalui anggaran dana desa secara cermat dan baik, tentunya dengan tujuan untuk mensejahterakan kita semua.” ucap Hukum Tua Alfry Natan.

Hadir dalam pesta adat Tulude, Ketua TP PKK Kecamatan Likupang Selatan Ny. Rilly Talumantak-Pangkerego, Ketua TP PKK Desa Kaweruan Ny.Inge Natan-Lampah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, bhabinsa, para tamu undangan dan seluruh masyarakat desa Kaweruan. (Vivi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *