Belanja Sehat, Vaksinasi Nyaman di Mantos
MANADO, suluthebat.com – Besarnya minat masyarakat mengikuti kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di pusat perbelanjaan mendorong manajemen Manado Towns Square (Mantos) memperpanjang kegiatan ini hingga pecan depan, sebagai bentuk partisipasi dunia usaha dalam menunjang program pemerintah mencegah penyebaran Covid 19.
General Manager (GM) Mantos, Jono Akbar, saat menjadi salah satu panelis diskusi Covid 19 Menggila, Apa Strategi Sulut Menghadapinya ? yang digelar Manado Editors Club (MEC) dan disiarkan langsung SulutHebat TV (SHTV), Jumat (9/7/2021) sore hingga menjelang malam, mengakui vaksinasi di Mantos dan pusat perbelanjaan lainnya di Manado, sangat diminati masyarakat.
Sejak dilaksanakan tanggal 6 Juli lalu, menurutnya, yang ikut vaksinasi di Mantos ada seribuan orang setiap harinya. “Memang, ikut vaksinasi di mall itu nyaman. Selain parkirnya luas, sebelum dan sesudaah divaksin bisa santai, makan atau berbelanja,” tuturnya dalam diskusi yang dipandu Harris Vandersloot dan Putria Rompas itu
Malam ittu, Jono Akbar menjadi panelis diskusi bersama anggota DPRD Provinsi, Melky Jakhin Pangemanan, akademisi Unsrat, Rivo Pangemanan, pengamat politik pemerintahan sekaligus Ketua Kagama Sulut, Taufik Tumbelaka; rohaniwan dan praktisi hukum, Sofyan Jimmy Yosady dan Ketua Asita Sulut, Merry Karauwan.
Di masa pandemi Covid 19 ini, kata dia, Mantos tidak saja menerapkan protokol kesehatan secara ketat terhadap semua karyawannya, namun juga semua tenant dan pengunjung. “Itu sudah harga mati di Mantos. Makanya, kita juga membentuk tim satgas sendiri untuk memantau penerapnnya.” tegasnya seraya menyentil tagline “Belanja Sehat di Mantos” sebagai suatu ajakan bagi masyarakat yang ingin berbelanja namun tetap terjaga kesehatannya.
Diakuinya, pandemi ini cukup mempengaruhi pendapatan Mantos dan juga toko serta tenant di pusat perbelanjaan kebanggaan masyarakat Sulut ini. Namun demikian, dia juga yakin upaya yang dilakukan pemerintah dan ditopang seluruh lapisan masyarakat bisa mempercepat pemberantasan penyebaran virus tersebut.(dki)
