Mei 13, 2026

Begini Penjelasan Gubernur Yulius Tentang RPJMD Tahun 2025-2029 Dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut

Screenshot_20250731-124307

Manado, suluthebat.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian/penjelasan Gubernur Terhadap Ranperda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulut Tahun 2025-2029, Selasa (22/7/2025).

Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen didampingi ketiga wakil ketua, Royke Anter, Michaela Elsiana Paruntu serta Stella Runtuwene.

Dalam kesempatannya, Gubernur Sulut Yulius Selvanus menjelaskan hal-hal penting dan bersifat urgensi dari RPJMD Provinsi Sulut Tahun 2025-2029.

Gubernur Yulius mengatakan, secara umum dokumen RPJMD memiliki peranyang penting dan strategis, mengingat RPJMD menjadi pedoman bersama untuk pembangunan 5 tahun ke depan.

RPJMD merupakan dokumen yang berisi program pembangunan yang menerjemahkan visi dan misi dari Gubernur dan Wakil Gubernur.

Yulius menungkapkan, apa yang menjadi sasaran dari setiap program dirinya dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, harus tertuang dalam kerangka pembangunan yang jelas, terukur dan yang terpenting harus selaras dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

“Artinya, kita pastikan RPJMD ini sesuai dengan RPJPN 2025-2045, RPJPD 2025-2045, RPJMN 2025-2029, dan RTRW kita,” jelas Gubernur diruang rapat paripurna DPRD Sulut.

Gubernur Yulius menambahkan, adapun hal-ha yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan RPJMD yakni hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD, Rencana Induk Pembangunan Jangka Panjang Infrastruktur Daerah (RIPJPID), evaluasi capaian pembangunan lima tahun sebelumnya, serta berbagai dokumen perencanaan penting lain, yang kesemuanya akan menjadi acuan bagi seluruh Perangkat Daerah menyusun Rencana Strategis (Renstra).

Gubernur Yulius pun menambahkan, dari evaluasi pembangunan dan isu-isu global, nasional, serta regional, ada beberapa isu strategis yang harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan.

“Yakni pemberantasan Korupsi dan Narkoba, Kualitas SDM yang masih perlu ditingkatkan, Pembangunan Sektor Kebudayaan yang belum optimal, Kinerja Sektor Pariwisata yang belum optimal, Kinerja Industri Pengolahan yang belum optimal, Realisasi Investasi yang perlu terus digenjot, Peningkatan komoditas unggulan, Peningkatan Konektivitas, Pemerataan akses infrastruktur Dasar, Ketahanan Pangan, Energi dan Air, Tata Kelola Pemerintahan, serta Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja,” paparnya.

Memperhatikan isu-isu strategis ini, maka untuk tahun 2025-2029, Sulut mengusung Visi: “Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”.

Dalam rangka mencapai Visi tersebut, Gubernur Yulius dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay merumuskan 8 Misi, yaitu: Mencegah dan memberantas KKN serta Narkoba; Meningkatkan kualitas sumber daya manusia; Membangun perekonomian daerah; Memperkuat daya saing daerah dan internasional; Meningkatkan ketahanan pangan, energi dan air yang merata dan berkelanjutan; Memperbaiki tata kehidupan masyarakat yang tertib, aman, nyaman dengan melestarikan nilai-nilai budaya yang berkearifan lokal; Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik; serta meningkatkan sistem pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.

Gubernur Yulius pun menuturkan, untuk mewujudkan delapan misi tersebut dirinya bersama Wagub Victor Mailangkay sudah menyiapkan 17 program unggulan serta 45 kegiatan, yang akan menjadi fokus utama tahun 2025 hingga 2029. (Adv/vil)