Mei 25, 2026

Absen Saat Bahas Masalah Tunggakan Gaji Dosen, Rektor Universitas Prisma Manado Tuai Sorotan

Picsart_25-07-21_22-07-57-637

Manado, suluthebat.id – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dosen dan Rektorat Universitas Prisma Manado, Senin (21/7/2025).

Rapat yang digelar diruang komisi IV DPRD Sulut tersebut bermaksud untuk mencari solusi terkait aspirasi sejumlah dosen Universitas Prisma Manado yang mengeluhkan hak atas gaji dan tunjangan mereka yang belum dibayarkan sepenuhnya oleh yayasan sejak tahun 2018.

Namun satu hal yang menjadi sorotan personil komisi IV DPRD Sulut yakni ketidakhadiran Rektor Universitas Prisma Megie Kapojos dalam rapat tersebut.

Wakil ketua komisi IV Louis Schramm yang saat itu bertindak sebagai pimpinan rapat sangat menyayangkan ketidakhadiran rektor.

“Ini sangat disayangkan tidak bisa hadir pada rapat seperti ini karena kami mengundang rektor, ketua Yayasan, untuk mencari penyelesaian masaalah,” ujar Schramm.

Senada dengan Louis, anggota komisi IV lainnya Paula Runtuwene pun menyesalkan ketidakhadiran Rektor dalam rapat tersebut.

Ia mengatakan, salah satu pihak vital dalam penyelesaian masalah yang tengah dibahas yakni pimpinan Universitas.

“Ada beberapa pihak yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, yang pertama tentu kita harus melihat pimpinan perguruan tinggi yaitu rektor dan jajarannya, walaupun sangat menyesal pak rektor ataupun wakil rektor ataupun kepala biro kalau ada yang berhubungan dengan keuangan dan administrasi, beliau seharusnya datang disini,” sorot legislator partai Nasdem itu.

Paula berpendapat, acuan utama dalam mencari solusi atas masalah yang ada yakni pimpinan universitas, guna mencari tau kebenaran akan masalah yang disampaikan.

“Karena persoalan pertama yang tau persis untuk mencari solusi adalah pimpinan perguruan tinggi, untuk memastikan apakah benar hak-hak dosen ini tidak terpenuhi,” ucap mantan Rektor Universitas Negeri Manado itu.

Dalam rapat pun terungkap alasan ketidakhadiran Rektor Universitas Prisma Manado dalam forum tersebut karena tengah disibukan persiapan akreditasi Universitas.

Jein Maniku, salah satu dosen yang hadir menilai, alasan ketidakhadirian rektor tersebut hanya dibuat-buat.

“Alasan akreditasi itu masih bisa diwakilkan oleh tim inti, dan juga kami tahu minggu ini tidak ada agenda dengan LLDikti XVI,” kata dia.

“Makanya tadi mereka tidak berani kan menunjukkan surat undangan LLDikti yg meminta rektor untuk mendampingi mereka,” tuturnya.

Diketahui, perlakuan mangkir dan seolah-olah menghindari pembahasan masalah ini kerap dilakukan rektor Megie Kapojos, dimana dirinya tidak pernah menghadiri undangan rapat Disnaker Provinsi Sulut maupun Disnaker Kota Manado. (Vil)