Juni 25, 2026

Gubernur Yulius Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Sulut di Rapat Paripurna DPRD

FB_IMG_1764157617622

Suluthebat.id – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan performa makroekonomi yang impresif sepanjang tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, pertumbuhan ekonomi Sulut melesat di angka 5,66%, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11%.

Hebatnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini diikuti dengan tingkat inflasi yang sangat jinak, yakni terkendali di level 1,23%. Angka ini jauh di bawah tingkat inflasi nasional yang mencatatkan angka 2,92%.

“Pertumbuhan ekonomi yang kokoh ini juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kita berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 6,62 persen, di mana angka ini lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 8,25 persen. Begitu juga dengan Tingkat Pengangguran Terbuka yang terus menurun hingga 5,78 persen,” ungkap Yulius dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut, Selasa (23/6/2026).

Kualitas hidup masyarakat Sulut juga menunjukkan grafik menanjak. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah tersebut kini bertengger di angka 76,32. Peningkatan ini didorong oleh keberhasilan pemprov dalam menurunkan prevalensi stunting secara signifikan serta mendongkrak kesejahteraan pekerja di sektor primer.

Tercatat, Nilai Tukar Petani (NTP) Sulut melonjak ke angka 125,21 dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) menyentuh angka 112,17 sepanjang tahun lalu.

Kerja keras Pemprov Sulut terbukti membuahkan apresiasi luas di tingkat nasional pada tahun 2026 ini. Sulut sukses menyabet penghargaan Terbaik I Kategori Provinsi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting tingkat Regional Sulawesi pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Tak hanya itu, dari sektor perlindungan ketenagakerjaan, Sulut meraih predikat Terbaik II Pencapaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Cetakan sejarah bahkan ditorehkan lewat lahirnya Perda tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, yang menjadikan Sulut sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memayungi regulasi tersebut.

Di sektor pariwisata dan kebudayaan, Pemprov Sulut juga sukses melakukan revitalisasi Museum Negeri Sulut untuk disulap menjadi pusat wisata edukasi yang modern dan interaktif bagi generasi muda. (*)