April 20, 2026

Dibuka Bupati Minahasa, Dinas PPPA Gelar Sosialisasi Dalam Rangka HAN ke-40

Tondano, Sulut Hebat Id — Penjabat Bupati Minahasa, Jemmy Stani Kumendong, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Djeneke Kumendong Onibala, mmbuka kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Minahasa serta sosialisasi Pemenuhan Hak Anak di Bidang Politik sebagai Pemilih Pemula di Yama Resort pada Jumat, (26/07/2024).

Kegiatan ini dibuka dengan laporan dari Plt Kepala Dinas PPPA Minahasa, Agustivo Tumundo, SE. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-40. Acara ini diikuti oleh siswa SMA, SMK, dan relawan di Kabupaten Minahasa.

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak anak-anak Indonesia menjadi pelopor pemilih pemula yang cerdas dan mencegah penyalahgunaan anak dalam politik praktis. Agustivo Tumundo menekankan perlunya menghindari eksploitasi anak dalam kampanye politik, seperti menggunakan anak-anak sebagai massa kampanye atau juru kampanye, serta memanipulasi data anak yang belum memiliki hak pilih. Eksploitasi ini dapat menciptakan stigma negatif terhadap politik di kalangan anak-anak, yang mengakibatkan mereka enggan terlibat dalam diskusi politik.

Bupati Kumendong menekankan pentingnya membangun kesadaran dan pendidikan politik yang baik pada anak-anak. Ia menjelaskan bahwa kematangan politik dan demokrasi membutuhkan proses pembelajaran sejak dini, yang harus disesuaikan dengan perkembangan anak. Di Indonesia, proses ini dimulai di sekolah melalui pemilihan ketua kelas dan OSIS, serta di luar sekolah melalui organisasi seperti Forum Anak.

Agustivo Tumundo menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia, melalui PPPA Kabupaten Minahasa, mendorong anak-anak untuk berperan aktif dalam proses pembangunan sebagai Pelopor dan Pelapor. Anak-anak diharapkan dapat menyuarakan hak-haknya dan berpartisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di berbagai tingkatan pemerintahan. Proses ini harus dilengkapi dengan pendidikan politik yang relevan dengan kehidupan nyata.

Dalam upaya meningkatkan pendidikan politik bagi anak, diharapkan anak-anak dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang politik dan pemilu. Pelopor pemilih pemula yang cerdas adalah anak yang mampu mengenali calon yang tepat, memiliki alasan jelas dalam memilih, tidak mudah terpengaruh hoax, serta aktif melakukan pengawasan.

Jemmy Kumendong menegaskan bahwa praktik kampanye yang tidak ramah anak dan tindakan intimidasi terhadap kelompok anak harus dihindari. Kontestasi demokrasi tahun ini diharapkan berlangsung transparan dan menjunjung tinggi prinsip Luber-Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil). (Vid)