Juni 17, 2026

Jabat Dekan, Ferry Liando ‘Patahkan’ Stigma Negatif Cap Tikus

Picsart_24-04-06_10-38-12-034

Manado, Suluthebat.id – Ferry Daud Liando resmi menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Akademisi asal Desa Malola Kabupaten Minahasa Selatan itu, resmi terpilih menggantikan Novi Pioh sebagai Dekan FISIP periode 2024-2028, melalui rapat Senat FISIP Unsrat, Jumat (5/4/2024) siang.

Ferry berhasil meraih 14 suara, mengungguli dua calon lainnya yakni Revo Tampi dengan raihan 6 suara dan Shirley Goni yang tidak mendapatkan suara satupun.

Menanggapi hal tersebut, salah satu akademisi yang juga berasal dari Desa Malola, Royke Pangkey mengatakan, Ferry Liando memang layak diganjar jabatan tersebut.

Menurut Royke, terpilihnya Ferry Liando sebagai Dekan FISIP Unsrat akan membawa banyak impresi positif.

Dalam dunia akademik, sosok Ferry Liando dinilai dapat memberikan aura yang baru dalam atmosfer akademik Sulut.

“Selain karena kapasitasnya, ketokohan beliau baik secara nasional maupun kedaerahan, yang mana beliau kader GMKI dan dulunya aktivis Pemuda GMIM yang mewakili Minahasa Selatan, itu semua akan memberikan pengaruh besar bukan hanya buat FISIP Unsrat, tapi bagi dunia Akademik Sulawesi Utara untuk lebih maju,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi Unima itu.

Tak hanya itu, dalam hal budaya dan kemasyarakatan, keberhasilan Ferry Liando bisa menjadi salah satu kaca pembesar untuk melihat sisi positif Kearifan Lokal Sulawesi Utara yakni cap tikus, yang sampai saat ini selalu digempur dengan pencitraan-pencitraan yang buruk.

Ferry Daud Liando sendiri terlahir dari keluarga petani cap tikus.

Royke beranggapan, capaian demi capaian putra dari Benny Liando dan Noni Legi itu dengan tegas telah mematahkan stigma negatif terhadap cap tikus.

“Banyak dari kami disekolahkan sampai berhasil dan akhirnya menyandang berbagai gelar itu bisa dibilang sama-sama dari hasil cap tikus, orang tua kami petani cap tikus,” tuturnya. (Vil)