Mei 25, 2026

Minta Perhatian Pemerintah, Erosi Sungai di Boyong Dua Ancam Pemukiman Warga

Minsel, suluthebat.com – Memasuki musim penghujan Erosi sungai potoluong yang berada di Desa Boyong Pante Dua, Kecamatan Sinonsayang mengancam pemukiman warga.

Beberapa rumah di Desa Boyong Dua jaga empat terancam banjir dan longsor menyusul, dan pada waktu yang lalu ada beberapa kandang peternak warga yang hanyut terseret terbawah air.

Salah satu Tokoh masyarakat di desa setempat, Frangki Manarat mengatakan, beberapa bulan yang lalu dari dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah pernah datang meninjau di lokasi tersebut namun sampai sekarang belum ada tindaklanjuti realisasinya.

Ia mengatakan sungai potoluong membela dua desa antara desa boyong satu dan boyong dua dan di beberapa lokasi tebing sungai mengalami erosi sangat parah.

“Di lokasi erosi terparah beberapa waktu lalu sempat di lakukan gotong royong warga dan tokoh agama bahkan mengumpulkan danah untuk melakukan pembuatan talud penahan di bantaran sungai dan berbagai upaya dengan berbagai cara mengendalikan erosi, tapi sia-sia,” keluhnya kepada media ini, Sabtu (25/11/2023).

Lebih lanjut diungkapkan Frangki, warga sering melakukan kerja bakti di lokasi, namun hasilnya tidak memuaskan dan longsor tidak berhenti. Dengan kondisi tersebut, Ia meminta pemerintah untuk memperhatikan hal tersebut. Selain penanganan ancaman banjir dan longsor yang membahayakan pemukiman, untuk itu Frangki menegaskan perlu adanya normalisasi aliran sungai potoluong.

Sementara itu di temui terpisah, Hukum Tua Desa Boyong Pante Dua Patris Kandati mengatakan, sejak dlu banjir di desa boyong dua sungai potoluong ini tidak teratasi, harusnya normalisasi sungai dari hilir ke hulu menjadi perhatian khusus pemkab Minahasa Selatan, artinya pemerintah desa, meminta dinas terkait fokus ke solusi dan penanganan, kalau seperti ini dimana perhatian pemkab Minahasa Selatan.

“Permasalahan ini harus ada solusi, karena ini sudah menjadi musibah rutin disetiap musim hujan. Saya harap pemerintah untuk bisa melakukan tindakan nyata agar wilayahnya tidak terdampak musibah kembali,” harapnya.

“Peran pemerintah sangat kita harapkan salah satunya untuk dilakukan normalisasi. Ia meminta baik pemkab Minsel ataupun Pemerintah Provinsi untuk segera mengatasi permasalah di wilayahnya,” pungkasnya. (Rand)