Mei 27, 2026

El Nino Ancam Sektor Pertanian, SaRon Sarankan Pemerintah Buat Penampung Air di Modoinding

Picsart_23-11-08_22-53-31-410

Manado, suluthebat.com – Dampak El Nino yang merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di samudera pasifik bagian tengah, berpotensi mengancam sektor pertanian Sulawesi Utara khususnya daerah Kecamatan Modoinding, Kabupaten minahasa selatan (Minsel) yang merupakan penghasil sayur dan rempah terbesar, harus menjadi perhatian Pemerintah saat ini.

Hal itu diungkapkan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Sandra Rondonuwu S,Th SH sembari memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Sulut dalam upaya menjaga ketahanan pangan dalam rapat Banggar bersama TAPD Provinsi Sulut, Rabu (08/11/2023).

Menurut wanita yang akrab disapa Saron itu, hal tersebut penting untuk diperhatikan karena hasil pertanian seperti batang bawang, tomat dan sayur-sayuran, merupakan bahan pokok yang selalu dikonsumsi oleh semua masyarakat Sulut hingga masyarakat yang berada diluar daerah.

“Potensi itu di sulawesi utara ada di Kecamatan Modoinding. Memang ada juga di rurukan, tapi yang sangat besar itu di Modoinding,” ungkapnya.

Lanjut Sandra, solusi pemasangan pompa air dalam rangka membantu petani menghadapi kondisi panas berkepanjangan yang saat ini melanda sebagian besar daerah di Sulawesi Utara khususnya di daerah Modoinding, harus ditinjau kembali.

“Karena kalau kita buat bor air, harus capai berapa puluh ribu meter baru dapat air, apalagi kalau kekeringan bisa saja kita tidak dapat air,” jelas Rondonuwu diruang Paripurna DPRD Sulut.

Oleh karena itu, Ketua Komisi II DPRD Sulut dari Fraksi PDI-P itu menyarankan untuk pembuatan bak penampungan air didaerah tertinggi Modoinding, sehingga air bisa diambil dari Danau Moat. Ketika terjadi kekeringan petani bisa mengambil air yang sudah disediakan di penampungan itu. Itu akan sangat menolong petani-petani kita.

“Jadi, ini harus diberikan perhatian serius oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dalam menyelamatkan petani-petani yang terancam terdampak kekeringan akibat fenomena panas yang berkepanjangan,” pungkasnya. (**/Vill)