Indo Barometer : Ganjar Raih Elektabilitas Tertinggi 29,4 %, Puan Cuma 1,4 %

Jakarta. suluthebat.com- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kembali meraih elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024.
Ganjar Pranowo meraih elektabilitas 29,4 % disusul di urutan kedua Prabowo Subianto 27,5 %, dan Anies Baswedan 23,9 %
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indo Barometer, Mohamad Qodari, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (21/3/2023).
“Ganjar Pranowo 29,4 (persen), Prabowo Subianto 27,5 (persen), Anies Baswedan 23,9 (persen),” ujar Qodari.
Dalam survei ini, kata Qodari, Puan Maharani tertinggal jauh dan hanya mendapat elektabilitas cuma 1,4 persen% dan Airlangga Hartarto 0,3 persen.

Qodari menjelaskan, lima nama itu dipilih untuk disurvei karena merekalah yang mempunyai peluang maju sebagai calon presiden.
Puan, Airlangga, dan Prabowo dinilai berpeluang karena partainya mempunyai jumlah kursi yang cukup banyak.
Sedangkan Ganjar, Prabowo, dan Anies dipilih karena elektabilitasnya tinggi di berbagai lembaga survei.
Qodari menambahkan dalam surveinya juga dilakukan simulasi tiga nama yaitu Ganjar, Prabowo, dan Anies.
Dalam simulasi tiga nama itu, lanjutnya, elektabilitas Ganjar masih yang tertinggi di angka 36,1 %, disusul Prabowo 33,8 %, dan Anies 30,1 %.

Indo Barometer, kata Qodari, juga melakukan simulasi head to head yang diikuti oleh Ganjar, Prabowo, dan Anies.
Dari simulasi head to head ini, lanjutnya, Prabowo mengungguli Ganjar dan Anies, dan Ganjar mengungguli Anies.
Saat head to head dengan Ganjar, lanjut Qodari, elektabilitas Prabowo unggul di angka 38,5 % sementara Ganjar di angka 35,4%.
Sedangkan saat head to head dengan Anies, elektabilitas Prabowo unggul di angka 40,3% dan sementara Anies di angka 30,7%.

Sementara ketika Ganjar dan Anies head to head, hasilnya Ganjar meraih elektabilitas sebesar 40,2% dan Anies di angka 38,1%.
Qodari menjelaskan unggulnya Prabowo dalam simulasi head to head disebabkan Ketua Umum Partai gerindra itu mendapat suara dari kelompok pendukung Presiden Joko Widodo maupun kelompok yang menolak Jokowi.
“Prabowo ini di tengah-tengah, sehingga tinggal dua, Pak Prabowo itu dia dapat pemilih yang anti-Jokowi sekaligus yang dukung Jokowi, dapat dua-duanya, jadi ini untung besar Pak Prabowo ini,” jelas Qodari.
Erick Thohir Cawapres Terkuat Pilpres 2024
Sementara itu, dalam simulasi calon wakil presiden (cawapres), Menteri BUMN, Erick Thohir, menjadi cawapres terkuat pada Pilpres 2024.
Erick Thohir, kata Qodarri, bahkan mengalahkan nama-nama beken lainnya seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meraih elektabilitas di angka 15,8% dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di angka 6,7%.
“Jadi pada hari ini salah satu calon wapres paling tinggi itu adalah Erick Thohir,” ujar Qodari.

Tingginya elektabilitas Erick Thohir, lanjut Qodari, adalah bentuk bentuk apreasi publik atas kinerjanya di Kementerian BUMN.
Erick Thohir, lanjutnya, merupakan menteri terbaik kedua di Kabinet Indonesia Maju setelahMenteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Dalam survei Indo Barometer, jelas Qodari, Erick Thohir mengantongi dukungan 9,0% di urutan kedua setelah Prabowo di angka 12,4%.
Sementara di urutan ketiga Menteri Parekraf Sandiaga Uno 7,76 %, lalu disusul Menteri Sosial Tri Rismaharini 5,7% dan Menteri Keuangan Sri Mulyani 4,2%.

Dalam Pilpres 2024, kata Qodari, figur cawapres akan sangat menentukan kemenangan.
Sebab dari berbagai nama calon presiden yang sudah beredar saat ini, hanya ada tiga nama yang selalu berada di atas dan perbedaan suara keterpilihan mereka tipis sekali.
“Menurut saya cawapres itu sangat menentukan, karena elektabilitas 3 calon presiden terkuat pada hari ini itu beda-beda tipis, jadi variabel penentunya selain Pak Jokowi adalah soal calon wakil presiden,” jelasnya.
Qodari menyebut kuatnya posisi cawapres saat ini terlihat dari komposisi pasangan calon yang sudah beredar.
Berdasarkan data dari beberapa lembaga survei, lanjutnya, menunjukkan sosok cawapres sangat menentukan potensi kemenangan di Pilpres 2024.
“Nah di antara nama-nama calon wakil presiden hari ini, menurut saya sudah harus mulai mengkerucut, kalau Ganjar Itu kelihatan sering dengan Pak Erick, Pak Prabowo itu walaupun dengan partainya Muhaimin tetapi sering ketemu dengan Khofifah,” ucapnya.

Dalam Pilpres 2024, kata Qodari, capres harus memilih sosok cawapres yang bisa mendongkrak elektabilitas.
Merujuk survei Indo Barometer, lanjutnya, Erick Thohir menjadi pilihan publik sebagai cawapres terkuat di Pilpres 2024.
“Garis besarnya calon wakil presiden yang elektabilitasnya tinggi itu akan sangat membantu calon presidennya, kalau survei pada hari ini, Erick Thohir yang paling tinggi, tentu saja Erick bisa berpotensi untuk membantu kemenangan siapapun calon presidennya yang akan dia dampingi,” pungkas Qodari.

Survei Indo Barometer ini digelar pada 12-24 Februari 2023, dilakukan terhadap 1.190 responden dari 33 provinsi se-Indonesia.
Menggunakan metode wawancara tatap muka, survei ini memiliki margin of error sebesar ± 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(*)
