Usung Politik Identitas, Sekjen PDI-P : Partai Ummat Tak Dapat Tempat di Bumi Indonesia

Lebak, suluthebat.com- Partai Ummat yang mengusung politik identitas diyakini tidak akan mendapat tempat di Bumi Indonesia yang Berbineka Tunggal Ika.
Eksploitasi politik identitas pada Pemilu 2019 masih menciptakan bekas yang belum pulih di kalangan masyarakat.
Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kepada wartawan di Lebak, Banten, Minggu (19/2/2023).
“Ketika ada partai yang kelahirannya sudah mengusung politik identitas dengan potensi yang memecah-belah bangsa, rakyat yang akan jadi wasit terbaik,” ujar Hasto.
Hasto mengatakan Partai Ummat tidak memahami aspek-aspek fundamental di dalam undang-undang partai politik dan dalam sejarah pembentukan bangsa.
“Kalau kita melihat dari undang-undang partai politik, seluruh partai politik wajib taat asas,” ucapnya.
Semua partai politik, lanjutnya, harus memahami sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia dan memahami ideologi Pancasila.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, dalam Rakernas pekan lalu, dengan tegas menyatakan bahwa partainya mengusung politik identitas dan akan menggunakan masjid untuk kepentingan “politik gagasan”.
Menurut Ridho, politik tak bisa dipisahkan dari agama. Sebab nilai-nilai moralitas agama memberikan referensi yang absolut yang tidak pernah berubah lintas zaman dan lintas generasi.
Dijelaskan, politik identitas adalah politik yang Pancasilais, politik gagasan yang semestinya tidak dilarang di masjid.
Menurutnya, hal yang seharusnya dilarang di masjid adalah politik provokasi.
“Yang seharusnya dilarang di masjid bukanlah politik gagasan, tapi politik provokasi. Keduanya sangat berbeda,” pungkas Ridho.(*)
