Mei 31, 2026

Ile Pantouw dan Kisah di Balik Monumen Nani Wartabone  

0

MANADO, suluthebat.com  – Nani Wartabone adalah salah satu Pahlawan Nasional asal Gorontalo. Kepahlawanan tokoh dengan aksi heroik melawan penjajah Belanda, dikenal dalam peristiwa Patriotik 23 Januari 1942 yang di tanah kelahirannya selalu diperingati  hingga sekarang sebagai peringatan kemerdekaan Indonesia di Gorontalo.

Kepahlawanan tokoh ini kemudian diabadikan melalui sebuah monumen yang dibangun di lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo. Ternyata, pembangunan tugu ini tak lepas dari peran salah satu putra Kawanua. Dia adalah Phillip Pantouw, yang lebih dikenal dengan panggilan Ile. Seorang pengusaha, aktivis berbagai organisasi—termasuk politik– yang juga senang olah raga bela diri dan berburu.

Seabrek aktivitas inilah yang mempertemukan Ile dengan  salah satu putra Nani Wartabone,  Yosh Wartabone. Saat peristiwa heroik 23 Januari 1942 itu berusia 81 tahun,  di salah satu grup Whatsapp, putra  sang pahlawan menceritakan bagaimana awal dibangunnya Monumen Nani Wartabone di Kota Gorontalo yang kini menjadi ikon Gorontalo.

Menurut Yosh Wartabone, pembangunan Monumen Nani Wartabone adalah inisiatif dan sumbangan dari Philip Pantouw, kerabat dekatnya. “Saya dan Philip Pantouw berteman sejak tahun 1961 saat di Jakarta,” tutur Yosh Wartabone di medsos.

Lanjutnya, saat dirinya dan Philip bertemu kembali di Manado pada era kepemimpinan Gubernur Sulut C.J. Rantung, dirinya dan Philip Pantouw dipercayakan mengolah usaha kayu jati di wilayah Gorontalo. “Satu saat Philip Pantouw bertanya kepada saya, apa yang bisa dia bangun untuk mengenang  pejuang pahlawan Nani Wartabone, dan saya jawab agar dibangun patung Nani Wartabone, dan bekerjasama dengan Walikota Gorontalo saat itu Nadjamudin. Dan saya berterima kasih kepada Philip Pantouw yang saya sudah anggap dia seperti keluarga dan bagian dari keluarga Wartabone,” ungkap Yosh.

Monumen yang berdiri tepat di depan rumah Dinas Gubernur Gorontalo itu dibangun sekitar tahun 1987. Banyak yang tak menyangka, tiga tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu, ribuan kilo jauhnya dari Jakarta, di Kota Gorontalo telah diproklamirkan kemerdekaan Indonesia, lepas dari belenggu penjajahan Belanda. Tentu bukan oleh Soekarno dan Hatta, melainkan oleh Nani Wartabone, seorang patriot pejuang kelahiran kampung Suwawa, Gorontalo.

Nani Wartabone adalah putera asli Daerah Gorontalo, yang telah banyak mengabdikan diri sebagai pejuang melawan penjajah. Gerakan patriotisme rakyat Gorontalo yang dipimpinannya dilakukan dalam kurun waktu yang panjang melalui bermacam siasat dan strategi.
Perjuangan ini akhirnya mencapai klimasnya pada tanggal 23 Januari 1942, suatu peristiwa heroik yang berhasil menggulingkan Pemerintah Kolonial Belanda, dan Gorontalo pun mendirikan pemerintahan yang merdeka. Monemen Nani Wartabone dibangun untuk mengenang peristiwa bersejarah 23 Januari 1942 itu, sekaligus menjadi motivasi bagi genarasi sesudahnya untuk terus membangun Indonesia tercinta ini.

Berikut penggalan ungkapan Yosh Wartabome, dari postingan di WAG tersebut :

“Pro sahabat2 yg baik di Grup BBP. Perlu diketahui bahwa saya berteman dgn Ile Pantouw sejak thn 1961 wktu masih sama2 di Jakarta. Sejak itu persahabatan kami sangat akrab hingga sekarang. Sejak thn 80an kami sama-sama ketemu di Manado ketika masa Pak Mantik Gubernur Sulut. Kami punya hobi yg sama berburu. Dan sering berburu rusa sama-sama di Gorontalo. Ada satu kisah yg sampai hari ini tak bisa saya dan masyarakat Gorontalo lupakan atas kebaikan sahabatku Ile Pantouw. Saya masih ingat thn 1988 waktu Sulut dipimpin Gubernurnya Bpk C J Rantung.. pada waktu itu Ile Pantouw dan saya dapat rekomendasi bersama dari Gub CJ Rantung utk mengolah kayu jati di Gorontalo. Atas jasa ini Ile Pantouw diminta Gub utk membangun sebuah Gedung Juang 45 di kota Manado. Waktu  itu Bung Ile sering berada di Gorontalo. Dalam keakraban persahabatan ini Bung Ile Pantouw bertanya pada saya. Yos apa kira2 yg boleh saya bangun utk mengenang Pahlawan pejuang Nani Wartabone. Lalu saya katakan harap dibangun satu patung monumen Nani Wartabone. Dan kerja sama dgn Walikota Gorontalo Pak Kadir Nadjamudin saat itu. Sekarang Monumen itu jadi ikon Kotamadya Gorontalo saat ini. Terimakasih sahabatku Ile Pantouw yg saya sudah anggap saudara dari keluarga besar Wartabone,”.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *