Mei 31, 2026

Motoling, suluthebat.com- Sudarsan Kejriwal dari PT Global Vision Impex, India, mendatangi kebun dan tempat pengolahan minyak nilam milik Maudy Tiwa di perkebunan Ratalaur, di bawah kaki Gunung Lolombulan, Kecamatan Motoling, Minahasa Selatan, Sabtu (14/1/2023).

Di perkebunan Ratalaur, di bawah kaki Gunung Lolombulan, Kecamatan Motoling itu terdapat sembilan hektar kebun nilam.

Daun dan tangkai nilam adalah bahan baku minyak nilam atau minyak atsiri yang biasa digunakan sebagai zat pengikat pada parfum dan sebagai campuran dalam pembuatan produk farmasi seperti kosmetika dan obat-obatan.

Minyak nilam banyak digunakan untuk bahan industri farmasi dan kecantikan misalnya menjadi bahan pewangi dalam sabun, sampo, losion, dan minyak wangi.

Maudy Tiwa, petani nilam di perkebunan Ratalaur mengungkapkan dalam setahun bisa memanen dua hingga tiga kali daun dan tangkai nilam.

Setelah dipanen, lanjutnya, daun dan tangkai nilam dikeringkan di sinar matahari atau disimpan di tempat kering, lalu diolah di tong yang besar.

Pengolahan minyak nilam, jelas Maudy, didapatkan dari destilasi atau penyulingan daun dan tangkai tanaman.

Proses penyulingannya bisa dengan direbus, dikukus, dan diuap minimal 10 jam hingga 12 jam sampai menghasilkan minyak.

“Kualitas minyak nilam juga ditentukan oleh beberapa faktor seperti bahan tanaman, teknik budidaya, cara dan waktu panen, faktor lingkungan, penanganan bahan olah, cara pengolahan, pengemasan, hingga penyimpanan,” ujar Maudy.

Tanaman nilam tumbuh subur pada daerah dengan ketinggian 0-1.200 mdpl, tetapi akan tumbuh optimal pada ketinggian 10-400 mdpl.

Pertumbuhan nilam membutuhkan curah hujan 2.300-3.000 mm/tahun dengan suhu udara sekitar 24-28 derajat Celsius, dan kelembaban di atas 75 persen.

Tanaman ini membutuhkan tanah yang subur dan gembur serta banyak air tetapi tidak tahan terhadap genangan.

Saat ini sentra produksi minyak mentah nilam di Indonesia berada di wilayah Sulawesi seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo. (Vidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *