Beruntung Ada Sumur Air, Rumah Ibu Ini Nyaris Dilahap Api

Minsel, suluthebat.com – Kebakaran yang terjadi di Pasar 54 Amurang pada hari Jumat 30/09/2022 waktu tengah malam menyisakan duka yang mendalam, pasalnya kobaran api yang tak dapat dikendalikan itu mengakibatkan sejumlah kios dan beberapa rumah, hingga sebuah gedung sekolah dasar (SD) ludes dilalap api.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di pusat pertokoan Amurang, tepatnya di sebelah barat Ruang Terbuka Publik (RTP) Amurang.
Kebakaran itu bermula terjadi sekira pukul 23.30 Wita. Dari informasi, api pertama membakar Kios Vony yang berada didepan jalan atau samping RTP tersebut. Hal itu diceritakan Ibu Acha, salah satu warga yang rumahnya nyaris terbakar.
Menurut informasi yang dia dapatkan, api pertama muncul di tiang listrik dan membakar kios Voni selanjutnya menjalar ke kios Abas, dan api terus menjalar dari kios ke kios.
“Kebakaran mulai jam 11 malam, karena waktu seperempat jam 12 malam itu, torang baru saja mau tidur, dorang datang bilang api so ja mulai besar,” ungkap Ibu Acha.
Ia mengatakan api menjalar begitu cepat, dikarenakan angin malam itu cukup kuat. Dirumahnya hanya ada 3 orang. Dia, suaminya, dan seorang anaknya.
“Pas lia api so besar, torang langsung ba angkat kase keluar tu barang-barang dari dalam rumah,” ucapnya.
Seketika itu, api sudah berada di samping belakang rumahnya, sekolah dasar yang tak jauh dari rumahnya sudah terbakar. Kios-kios di belakang rumahnya juga sudah dilalap api. Gedung pasar tepat samping kiri rumahnya juga sudah dijalar api.
“Bersyukur ada parigi (sumur air) di dapur. Jadi waktu api belum kena di rumah, torang so siram-siram tu bagian belakang rumah. Sampe api so kena dirumah pun torang masih siram-siram lewat sumur ini,” cerita Ibu Acha.
Ia juga menyaksikan, masyarakat juga turut membantu memadamkan api. Selain rumahnya, di samping rumahnya juga, ada satu rumah lagi yang berdempetan dengan rumahnya itu. Itu rumah seorang Nenek. Nenek itu hanya tinggal seorang diri.
Beruntung sumur air yang berada dirumah ibu Acha berada tepat di batas dinding dapur rumah nenek itu, sehingga waktu api mulai menjalar ke rumah nenek, mereka juga turut membantu menyiram rumah nenek itu. Meski begitu, api berhasil melahap dapur si Nenek. Tapi bersyukur api tidak sampai membakar rumahnya.
Ibu Acha juga menceritakan bagaimana orang-orang turut membantu memadamkan api, ia juga mengatakan waktu itu mobil pemadam sudah berada didepan rumah dan membantu mereka memadamkan api, sehingga api tidak sampai menjalar ke rumahnya dan berhasil dijinakan.
“Sekitar jam 2 subuh, api so mulai redah, tapi torang tetap berjaga karena masih ada benda-benda sisa-sisa kebakaran kios yang menyala, sementara masih ba angin-angin.” Tutup Ibu Acha.
Dari kejadian kebakaran tersebut, informasi yang berhasil dihimpun, setidaknya ada 300 Kios dan 1 Gedung Sekolah SD yang dilahap api. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan apa penyebab kebakaran tersebut. (Jud)
