April 22, 2026

Kharisma Kurama Ketuai BPH Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Sulut 2022-2027

0

Mitra, suluthebat.com – Musyawara Wilayah (Muswil) ke III Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara (Sulut) selama 3 hari, 27 – 29 September 2022 yang dilaksanakan di Komunitas Tou Pasan Ratahan, di Desa Minanga III, Minahasa Tenggara, sukses digelar.

Dalam Muswil AMAN tersebut, Kharisma Kurama terpilih sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) AMAN Sulut periode 2022 – 2027.

Setelah terpilih, Kurama mengatakan, tanggap membela, aktif melindungi dan cepat melayani masyarakat adat yang di Bumi Nyiur Melambai menjadi inti perjuangan.

“Hal ini akan dilaksanakan sesuai dengan semangat masyarakat adat. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adat di Indonesia terlebih khusus di Sulut adalah konflik agraria. Banyak masyarakat adat keluar dari tanahnya karena perselingkuhan kapitalis dan pemilik kekuasaan. Hal ini pun menjadi konsen perjuangan kami untuk membela hak masyarakat adat terlebih khusus di Sulut,” kata Kurama, Kamis (25/9).

Ditambahkannya, untuk mendorong perubahan hukum, kebijakan, peraturan dan perjanjian di tingkat provinsi, untuk mengakui dan melindungi hak-hak masyarakat adat akan menjadi salah satu konsen.

“Adanya perda masyarakat sangat diharapkan. Permasalahan masyarakat adat di Sulut sangat kompleks. Pengrusakan situs-situs waruga dan penanda budaya kerap terjadi di daerah ini karena tidak adanya payung hukum seperti perda adat. Hal ini pun bakal diperjuangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kurama mengatakan, memperkuat organisasi sayap AMAN Sulut periode 2022-2027 menjadi salah satu prioritas.

“Konsolidasi bersama organisasi sayap, yaitu Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), PEREMPUAN AMAN dan Sekolah Adat akan selalu jadi pegangan dari mandat yang diberikan. Maka dari itu, kami akan selalu bersama-sama dengan mereka untuk menggapai visi dan misi organisasi AMAN,” tandasnya.

Diketahui Musyawarah AMAN Sulut ini merupakan perwakilan Komunitas-Komunitas masyarakat adat di Bolaang Mongondow Raya, Minahasa Raya, Bantik dan Nusa Utara.(Jud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *