Juli 27, 2026

DR Michael Barama : Implementasikan Pancasila Sebagai Pedoman Berbangsa, JPM2 Sulut Siapkan Langkah Strategis

MANADO, suluthebat.com – Jejaring Panca Mandala Mapalus (JPM2) Sulawesi Utara dalam waktu dekat akan langsung melakukan action dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa, setelah menerima pembekalan dalam kegiatan Penguatan Pemahaman Ideologi Pancasila yang dilaksanakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia selama tiga hari, 11-13 Juli lalu.

Ketua JPM2 Sulut, DR. Michael Barama, SH, MH, mengatakan Pancasila yang digali Bung Karno antara lain dengan mengambil sari pati dari nilai-nilai kearifan lokal, masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern seperti sekarang ini. “Ide-ide cemerlang Bung Karno yang dicetuskan pada tanggal 1 Juni 1945 ini, sudah seharusnya dijadikan pedoman oleh seluruh komponen bangsa Indonesia,” ujar Doktor Barama yang juga salah satu dosen senior di Universitas Sam Ratulangi Manado itu.

JPM2 sendiri, jelas Barama, terdiri dari lima unsur yang mewakili pemerintah, akademisi, pers, ormas dan dunia usaha dibentuk di tingkat provinsi. Sementara di tataran kabupaten/kota juga terdapat lembaga sejenis dengan format yang sama dan didesain menjadi perpanjangan tangan BPIP di daerah dalam “membumikan” nilai-nilai Pancasila itu sebagai  pedoman kehidupan berbangsa.

“Sehingga kami berkeyakinan, dengan pemahaman yang benar tentang Pancasila, tidak ada lagi oknum-oknum yang membenturkan Pancasila dengan keyakinan relegi, karena Pancasila itu bukanlah agama yang bertentangan dengan keyakinan agama yang ada di Indonesia, namun justru dicetuskan berdasarkan nilai-nilai dalam semua agama maupun kepercayaan yang sudah lama hidup dan berkembang di Indonesia ini,” jelas Barama.

Selan DR. Micahel Barama, SH MH, Pengurus JPM2 Sulut yang mengikuti kegiatan Penguatan Pemahaman Ideologi Pancasila yang ditutup dengan deklarasi itu adalah, Sekretaris JPM2 Sulut Drs. Trius Abas (Sekjen LMI, unsur ormas) dan anggota lainnya yakni Drs. Noldy Salindeho, MA (Sekretaris Kesbang Pemprov Sulut, unsur Pemerintah), Max Surya Togas, SH dan  Hendrik Tumalantak (DPT BMI Sulut, unsur Ormas), Stephen Liow dan Efraim Lengkong (unsur dunia usaha), dari akademisi Suzanne Tumimomor, SPd, MPd serta tiga perwakilan pers masing-masing Vebry Tri Haryadi, Moldy Sege dan Deky Geruh.

Menurut Barama, JPM2 Sulut nantinya akan melakukan serangkaian kegiatan yang telah disusun dan sudah mendapat persetujuan BPIP sebagai lembaga negara yang  dibentuk pemerintah untuk terus memperkuat pemahaman Pancasila di masyarakat. JPM2, kata dia, akan berkoordinasi dengan semua stakeholders serta lembaga-lembaga yang sudah dibentuk BPIP di 15 kabupaten/kota se Sulawesi Utara.

“Karena karakteristik masyarakat kita itu sangat majemuk dan heterogen, maka pendekatan yang akan diterapkan JPM2 Sulut dalam memberikan pemahaman tentang Pancasila itu selalu mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal. Materi yang kita terima selama tiga hari dari para pimpinan BPIP, termasuk yang disampaikan Pak Kapolda Sulut itulah yang akan dijabarkan nanti,” tambah Barama yang karena kepakarannya di bidang hukum juga dikenal sebagai konsultan hukum di berbagai lembaga pemerintah dan dunia usaha itu.

Dikatakan Sekretaris JPM2 Sulut, Drs. Trius Abas, dalam waktu dekat JPM2 Sulut segera menggelar pertemuan koordinasi untuk merumuskan langkah-langkah strategis dan teknis untuk mewujudkan hal tersebut. “Kita yang di provinsi sudah seharusnya bergerak lebih cepat, jangan sampai ketinggalan dari teman-teman di kabupaten/kota,” paparnya. (deky)